Iran kembali tutup Selat Hormuz akibat Israel serang Lebanon

Source foto google

DILI, 09 April 2026 (TATOLI) – Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Rabu (08/04/2026), mengancam  gencatan senjata yang baru saja disepakati dengan Amerika Serikat (AS). Sebagaimana dilansir Associated Pres (AP), penutupan ini terjadi sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon. Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di kawasan.

Situasi ini membuat jalur strategis pengiriman minyak dunia kembali macet dan memicu ketegangan baru di Kawasan tersebut.

Di sisi lain, Gedung Putih menuntut agar Selat Hormuz segera dibuka dan menegaskan ingin menjaga jalannya pembicaraan damai tetap sesuai rencana.

Sementara itu, Iran menyebut Amerika Serikat melanggar syarat Meski AS dan Iran sama-sama mengeklaim kemenangan atas kesepakatan gencatan senjata, namun serangan drone dan misil masih terjadi di Iran dan negara-negara Teluk.

Sementara itu, Israel memperluas serangannya terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon, menargetkan kawasan komersial dan permukiman di Beirut. Setidaknya 182 orang tewas pada Rabu, menjadi hari paling mematikan sejak konflik meletus.

Berita terkait : Perang Iran : Trump umumkan gencatan senjata dua minggu

Dilain pihak, dalam Al Jazeera bahkan melaporkan korban tewas mencapai 254 orang dan melukai 1.165 orang lainnya. Juru bicara Wakil Presiden AS JD Vance menyebut kesepakatan itu “rapuh” dan terancam gagal.

Sedangkan, Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai rencana pembicaraan “tidak masuk akal” karena Washington dianggap melanggar tiga dari 10 syarat Teheran.

Pelanggaran tersebut terkait serangan Israel terhadap Hizbullah, dugaan drone AS memasuki wilayah udara Iran setelah gencatan senjata, dan penolakan AS terhadap kemampuan pengayaan uranium Iran dalam kesepakatan akhir.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan, berakhirnya perang di Lebanon termasuk bagian dari gencatan senjata. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata tidak berlaku di Lebanon. Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan, sebagai mediator, menyatakan bahwa kesepakatan berlaku “di mana saja, termasuk Lebanon dan wilayah lain.”

Penutupan Selat Hormuz dan biaya transit Iran juga menyebut kesepakatan memungkinkan mereka memberlakukan biaya transit bagi kapal yang melewati selat, jalur vital bagi 20 persen perdagangan minyak dan gas global.

Sementara itu, Kepala Staf Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, menegaskan Israel akan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menyerang Hizbullah.

Serangan terbaru menargetkan lebih dari 100 lokasi di Lebanon dalam waktu 10 menit, gelombang serangan terbesar sejak 1 Maret.

Berita terkait : Paus Leo sambut baik gencatan senjata : 11 April pimpin Vigili Doa untuk Perdamaian

Ketegangan Kian Memanas Sekjen Liga Arab, Ahmed Aboul Gheit, menuduh Israel “secara konsisten berusaha menggagalkan” kesepakatan gencatan senjata. Hizbullah belum memastikan akan mematuhi gencatan senjata, meski mereka terbuka untuk memberi kesempatan pada mediator.

Dampak pada ekonomi dan dunia Iran pada Rabu (08/04) telah menyampaikan 10 syarat untuk menerapkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat dan Israel.

Penutupan Selat Hormuz kembali bagaimanapun akan menahan banyak kapal dagang, mengganggu jalur transit minyak dan gas yang penting bagi ekonomi dunia. Gencatan senjata yang semula dianggap bisa menenangkan situasi kini terganggu oleh ketegangan baru, membuat dunia menunggu langkah berikutnya dari AS dan Iran.

Dikutip dari BBC, berikut adalah syarat gencatan senjata yang diumumkan melalui stasiun televisi pemerintah Iran yaitu :

  1. Penghentian total perang di Irak, Lebanon, dan Yaman
  1. Penghentian total dan permanen perang di Iran tanpa batas waktu.
  1. Mengakhiri seluruh konflik di kawasan secara menyeluruh.
  1. Pembukaan kembali Selat Hormuz.
  1. Penetapan protokol untuk menjamin kebebasan dan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
  1. Pembayaran penuh kompensasi untuk biaya rekonstruksi kepada Iran.
  1. Komitmen penuh untuk mencabut sanksi terhadap Iran.
  1. Pelepasan dana dan aset Iran yang dibekukan oleh Amerika Serikat.
  1. Komitmen Iran untuk tidak mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.
  1. Gencatan senjata berlaku segera setelah seluruh syarat disetujui. Dalam perjanjian kesepakatan sebelumnya, Iran sempat memberikan jaminan akan membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu serta menyediakan jalur aman bagi lalu lintas maritim di perairan strategis tersebut.

Dalam perjanjian kesepakatan sebelumnya, Iran sempat memberikan jaminan akan membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu serta menyediakan jalur aman bagi lalu lintas maritim di perairan strategis tersebut.

Namun, adanya serangan Israel ke Lebanon membuat IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps) memperingatkan bahwa mereka akan membalas serangan tersebut.

Dikutip dari BBC, Associated Press, Al Jazeera

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored