Pertamina jamin pasokan BBM di TL tetap aman di tengah gejolak global

DILI, 02 April 2026 (TATOLI) — Pertamina Internasional Timor memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Timor-Leste dalam kondisi aman, dengan dukungan kargo baru yang siap didistribusikan kepada masyarakat.
Presiden Direktur Pertamina International Timor, SA, Rudolfo Sinambela, mengatakan saat ini seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina beroperasi normal dan mampu melayani kebutuhan masyarakat.
“Pada prinsipnya saat ini, SPBU kami melayani secara baik, dan stok BBM aman di SPBU, dan untuk di depot kami, di storage kami sekarang, kargo baru sudah datang sejak hari Sabtu kemarin (28/03). Jadi kurang lebih sekitar 4 juta liter untuk dua produk, dan sudah ready untuk didistribusikan kepada masyarakat,” ujar Rudolfo kepada TATOLI di Kantor Pertamina Pantai Kelapa, Kamis ini.
Ia menjelaskan, pasokan tersebut diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama lebih dari 20 hari. Pertamina juga telah menjadwalkan kedatangan kargo berikutnya pada akhir bulan ini untuk menjaga kesinambungan pasokan.
“Ketahanannya bisa 20 hari lebih dan terus pada saat nanti akan habis maka akan datang kargo berikutnya, sehingga kami pastikan untuk kargo yang tersedia di Pertamina dengan kapasitas yang kami miliki, kami upayakan akan terus hadir di Timor-Leste,” katanya.
Terkait harga BBM, Rudolfo menyebutkan bahwa saat ini harga di SPBU masih menggunakan stok lama. Namun, ia mengakui adanya tekanan kenaikan harga energi global yang berdampak pada penyesuaian harga di dalam negeri.
“Sekarang ini dengan dampak daripada perang Amerika dengan Iran, bukan hanya di Timor-Leste, tapi hampir seluruh dunia, harga energi itu naik. Baik untuk gasoel (Solar), gasoline (Bensin), kemudian gas, aftur, itu semuanya naik,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa Pertamina akan mengikuti kebijakan pemerintah terkait penetapan harga dan subsidi yang telah disahkan pada 25 Maret 2026.
Menurutnya, hingga saat ini Pertamina masih melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah untuk menyepakati mekanisme subsidi, mengingat dana subsidi merupakan uang negara yang harus dikelola secara hati-hati.
“Kami memahami bahwa subsidi itu adalah uang negara, uangnya rakyat Timor-Leste. Maka kami sebagai perusahaan swasta yang melaksanakan itu harus sangat hati-hati,” ungkapnya.
Rudolfo menambahkan, pelaksanaan subsidi akan dilakukan setelah seluruh kesepakatan dan dokumen legal formal antara pemerintah dan Pertamina diselesaikan.
Ia juga menegaskan bahwa Pertamina tetap berkomitmen menjaga distribusi BBM melalui SPBU milik perusahaan maupun mitra, serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk di tengah suasana libur paskah
“Intinya kami sekarang masih menunggu dari pemerintah ada beberapa dokumentasi yang sedang dipersiapkan. Kami masih stand by disini karena kami memikirkan pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan.,” tutupnya.
Sementara itu, Pemerintah Timor-Leste melalui Dewan Menteri pada Rabu kemarin (01/04) menyetujui alokasi anggaran sebesar US$168,8 juta untuk pembelian 80 juta liter BBM guna memperkuat cadangan nasional hingga akhir tahun.
Kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi global, sekaligus menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian geopolitik internasional.
Selain itu, pemerintah juga telah menetapkan batas maksimum harga BBM bersubsidi, yakni tidak melebihi US$1,50 per liter untuk bensin dan US$1,65 per liter untuk diesel, sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
