Top

Timor-Leste serukan pembiayaan stabil dan reformasi keuangan global di Forum ECOSOC

Forum Tindak Lanjut Pembiayaan untuk Pembangunan (FfD Forum) 2026 yang diselenggarakan oleh Economic and Social Council (ECOSOC) di New York. Foto Perwakilan Permanen di PBB

DILI, 24 April 2026 (TATOLI) — Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, melalui pernyataan yang disampaikan oleh Dionisio Babo Soares, menekankan pentingnya pembiayaan pembangunan yang stabil serta reformasi sistem keuangan global dalam Forum Tindak Lanjut Pembiayaan untuk Pembangunan (FfD Forum) 2026 yang diselenggarakan oleh Economic and Social Council (ECOSOC), pada Kamis (23/04).

Berdasarkan laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York yang diakses Tatoli, menyebutkan dalam pernyataan tersebut, Timor-Leste menyoroti situasi global yang semakin menantang akibat dinamika geopolitik dan krisis iklim yang kian meningkat, yang secara langsung berdampak pada negara-negara rentan.

Timor-Leste menyampaikan keprihatinan atas fluktuasi Official Development Assistance (ODA) dan menilai bahwa pembiayaan yang tidak stabil dapat menghambat upaya pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Meskipun demikian, negara ini tetap menyambut baik berbagai inisiatif kerja sama internasional, termasuk komitmen global seperti “Compromiso de Sevilla”, seraya menegaskan bahwa dukungan yang konsisten sangat diperlukan untuk memperkuat ketahanan dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGs).

Perwakilan Tetap Timor-Leste untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Dionisio Babo Soares. Foto Perwakilan Permanen di PBB

Di tingkat nasional, Timor-Leste terus mendorong transformasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan pada sektor minyak dan gas melalui diversifikasi ekonomi.

Upaya ini didukung oleh kerangka Integrated National Financing Framework yang bertujuan memobilisasi sumber daya dari sektor publik dan swasta.

Pemerintah memandang bantuan pembangunan sebagai instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, termasuk melalui penguatan perdagangan, peningkatan produktivitas, serta pengembangan sistem penerimaan domestik.

Selain itu, Timor-Leste juga menyerukan reformasi sistem keuangan global dengan menitikberatkan pada tiga prioritas utama, yakni peningkatan akses terhadap pembiayaan lunak berbasis kerentanan, restrukturisasi sistem utang global untuk mendukung ketahanan jangka panjang, serta memastikan pendanaan untuk iklim dan keanekaragaman hayati bersifat tambahan dan tidak menggantikan bantuan pembangunan tradisional.

Timor-Leste menegaskan bahwa kemajuan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan global yang adil serta implementasi komitmen yang efektif dalam mendukung negara-negara paling rentan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored