Finder Energy sampaikan pembaruan program pengeboran minyak di Laut Timor pada Xanana

DILI, 05 Maret 2026 (TATOLI)—Manajer perusahaan Finder Energy dari Australia, Damon Neaves, didampingi oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, memberikan pembaruan mengenai program proyek pengeboran minyak yang direncanakan akan dilaksanakan di Laut Timor, sekitar 150 km dari Kotamadya Covalima.
Ia menjelaskan bahwa tujuan pertemuan tersebut adalah untuk bertemu dengan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão guna mempresentasikan proyek ladang minyak mereka yang disebut Kuda Tasi dan Jahal, yang terletak sekitar 150 km dari Laut Suai (Covalima) dan direncanakan mulai berproduksi pada tahun 2027.
“Baru-baru ini kami bekerja sama dengan perusahaan patungan Timor Gap untuk membeli kapal yang akan digunakan dalam operasi produksi minyak tahun depan. Oleh karena itu, kami merasa sangat bangga dapat bertemu dengan Perdana Menteri dan percaya bahwa di masa depan perusahaan dapat bekerja sama dengan Pemerintah untuk mencapai target produksi tahun depan,” kata manajer perusahaan itu di Kantor Pemerintah, hari ini.
Ia mengatakan bahwa produksi awal perusahaan diperkirakan mencapai 25.000 barel per hari dan dapat beroperasi hingga enam hingga sembilan tahun. Jika proyek tersebut diimplementasikan sepenuhnya, masa operasinya dapat diperpanjang hingga 10 tahun atau lebih. Hal yang paling penting dari proyek ini adalah lokasinya yang berada 100 persen di wilayah Timor-Leste, tidak seperti ladang minyak lainnya.
Menurutnya, proyek ini dapat berkontribusi pada pembangunan Timor-Leste karena akan memberikan kesempatan kerja bagi warga Timor untuk terlibat dalam proyek tersebut. Selain itu, negara juga akan memperoleh kontribusi ekonomi melalui berbagai biaya dan pajak yang dibayarkan oleh perusahaan.
“Proyek ini akan melakukan pengeboran minyak di laut, kemudian minyak tersebut akan diproses dan disimpan di dalam tangki kapal sebelum didistribusikan atau dijual kepada perusahaan bahan bakar, termasuk untuk pasar di Timor-Leste,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa meskipun perusahaan tersebut masih menunggu kepastian izin untuk melaksanakan proyek ini, pihaknya bersama tim yang bekerja sama dengan Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral serta Badan Perminyakan Nasional, termasuk Timor Gap, tetap berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut di masa depan.
Reporter: Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz
