Misi diplomatik berakhir Maret, Okto Dorinus pamit pada Parlemen Nasional

Duta Besar Republik Indonesia di Timor-Leste, Okto Dorinus Manik. Foto Tatoli /Francisco Sony

DILI, 06 Maret 2026 (TATOLI) – Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, akan mengakhiri misi diplomatiknya pada Maret 2026. Oleh karena itu, hari ini ia berpamitan kepada Ketua Parlemen Nasional (PPN), Maria Fernanda Lay, sebelum kembali ke Indonesia pada 01 April mendatang.

Dalam pertemuan tersebut, diplomat Indonesia itu menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini, terutama dalam menjaga hubungan dan kerja sama untuk mendukung pembangunan Timor-Leste di masa mendatang.

Ia juga berbagi perasaan bahagianya selama berada di Timor-Leste, serta mengenang persahabatan yang terjalin selama menjalankan misi diplomatik selama empat tahun tiga bulan.

Ketua Parlemen Nasional, Maria Fernanda Lay, turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja Duta Besar tersebut selama masa mandatnya dalam memberikan kontribusi bagi hubungan kedua negara.

Ia mengingat bahwa selama masa jabatannya di Timor-Leste, Okto Dorinus Manik telah memperkuat hubungan antara kedua negara serta meningkatkan kerja sama strategis di bidang pendidikan, keamanan, dan perdagangan.

Sebelumnya, Duta Besar Okto Dorinus Manik juga secara resmi berpamitan kepada Presiden Republik, José Ramos-Horta, dalam resepsi diplomatik peringatan 80 tahun Kemerdekaan Indonesia yang diadakan di Aula Serbaguna GMN, Bebora, Dili.

Dalam acara tersebut, Okto Dorinus Manik mengatakan bahwa mandatnya di Timor-Leste merupakan salah satu periode paling signifikan dalam karier diplomatiknya, karena ia mendapat kehormatan untuk melayani masyarakat Timor-Leste, khususnya di Dili.

“Merupakan suatu kehormatan untuk melayani di bawah kepemimpinan dua negarawan, Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão. Kepemimpinan Anda tidak hanya membimbing negara ini, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan antara Indonesia dan Timor-Leste,” tegasnya baru-baru ini.

Reporter: Nelson de Sousa (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored