Ini pesan Presiden Ramos-Horta dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional

DILI, 08 Maret 2026 (TATOLI) – Hari Perempuan Internasional atau International Women’s Day diperingati tiap tanggal 08 Maret. Presiden Republik, Jose Ramos-Horta dalam pesannya pada peringatan hari tersebut menyoroti hak-hak setiap perempuan dan anak perempuan Timor-Leste untuk hidup bebas dari kekerasan dan hak untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik dan ekonomi negara ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Ramos -Horta dalam Laman Resmi Kepresidenan Republik, yang diakses Tatoli, Minggu (08/03) ini. Kepala Negara menyebut dalam Peringatan Hari Perempuan Internasional, semuanua harus bersatu di sekitar tema tahun ini tentang “Hak Keadilan. Tindakan. Untuk Semua Perempuan dan Anak Perempuan” yang sangat selaras dengan perjalanan hidup bangsa ini.
“Kami, rakyat Timor-Leste, memahami betul makna kata-kata ini. Kami tahu bahwa hak tanpa keadilan bagaikan tinta di atas kertas, dan keadilan tanpa tindakan adalah janji kosong. Kami telah berjuang untuk pengakuan hak-hak inheren kami sendiri, kami memiliki kewajiban besar untuk memastikan bahwa hak-hak setiap perempuan dan anak perempuan Timor-Leste tidak hanya diakui, tetapi juga perlu diwujudkan sepenuhnya,” katanya.
Dilanjutkan “Ketika kita berbicara tentang hak, kita harus berbicara tentang hak untuk hidup bebas dari kekerasan, hak untuk mewarisi dan memiliki tanah, dan hak untuk berpartisipasi penuh dalam kehidupan politik dan ekonomi negara kita.Ketika kita berbicara tentang keadilan, kita harus melihat melampaui pengadilan. Keadilan adalah bahwa seorang gadis di desa terpencil tahu bahwa ia memiliki hak yang sama atas pendidikan seperti saudara laki-lakinya. Hukum harus melindungi semua perempuan, tanpa memandang status sosial mereka,” jelas Kepala Negara.
Dikatakan, ketika berbicara tentang Aksi, maka berbicara tentang pekerjaan yang harus dilakukan setiap hari. Perdamaian adalah hak terpenting yang dapat diberikan oleh sebuah negara, dan tahu bahwa perdamaian sejati tidak mungkin tanpa inklusi dan pemberdayaan perempuan.
Tindakan juga berarti membongkar hambatan praktis yang menghambat perempuan dan anak perempuan. “Oleh karena itu, sejak awal masa jabatan saya, program kepresidenan telah memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pembentukan inisiatif Pemberdayaan Ekonomi Perempuan,” katanya.
Inisiatif ini dirancang untuk mendukung usaha kecil dan menengah perempuan, membantu mereka memperkuat bisnis mereka. Perempuan yang berdaya secara ekonomi adalah agen perubahan di komunitasnya, dengan memberdayakan perempuan dan ibu, maka secara otomatis meningkatkan pendapatan keluarga, meningkatkan kualitas hidup, dan memajukan perekonomian negara ini.
“Selain itu, kita harus bertindak tegas untuk memastikan anak perempuan kita tetap bersekolah. Seringkali, perjalanan pendidikan berakhir hanya karena tidak ada tempat tinggal yang aman. Itulah mengapa kami memprioritaskan pembangunan asrama putri yang akan datang di Dili, yang dimungkinkan berkat dukungan murah hati dari negara Uni Emirat Arab,” paparnya.
Tempat tinggal yang aman dan bermartabat berarti bagi seorang gadis dari desa terpencil di Dili dapat berkonsentrasi pada studinya, dia dapat bermimpi lebih besar dan membangun masa depan yang lebih baik untuk dirinya sendiri, keluarganya, dan negaranya.
Perjuangan untuk hak-hak perempuan adalah perjuangan untuk perdamaian yang adil dan abadi. Ini adalah perjuangan untuk dunia yang lebih baik dan lebih adil bagi semua. Mari bergerak maju bersama—dengan hak, keadilan, dan tindakan nyata.
“Pada Hari Perempuan Internasional, mari kita melangkah lebih jauh dari sekadar janji dan mengambil tindakan yang diperlukan—dengan memberdayakan perempuan secara ekonomi dan memastikan anak perempuan kita tetap bersekolah—untuk membangun dunia di mana semua perempuan dan anak perempuan dapat hidup dengan bermartabat, bebas, dan damai. Semoga Tuhan memberkati para kaum perempuan dan anak perempuan di Timor-Leste, dan juga negara kita tercinta,” kata Kepala Negara.
Untuk diketahui Hari Perempuan Internasional diresmikan pada tahun 1977 oleh PBB. Salah satunya untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.
TATOLI
