Kunjungi INFPM, Anggota PN ingin lihat langsung stok obat yang disimpan di gudang

DILI, 11 Maret 2026 (TATOLI) — Anggota Komisi F Parlemen Nasional (PN) yang membidangi Kesehatan, Jaminan Sosial dan Kesetaraan Gender, melakukan kunjungan ke Institut Nasional Farmasi, Produk dan Obat-obatan (INFPM) untuk melihat langsung stok obat yang disimpan di Gudang tersebut.
Dalam kunjungan Komisi F PN itu, menurut Ketua Komisi F Anggota Parlemen, Maria Gorumali Barreto bahwa Parlemen Nasional melalui Komisi F mengunjungi Institut Farmasi dan Gudang ini untuk melihat langsung stok obat-obatan yang disimpan di gudang pusat tersebut.
“Memasuki tahun 2026 ini adalah kunjungan pertama kami ke INFPM untuk melihat langsung kondisi obat-obatan sesuai daftar mereka, termasuk item peralatan medis lainnya,” kata Maria Gorumali Barreto kepada wartawan di Aula INFPM, Kampung Alor, Rabu ini.
Ia mengatakan, barang-barang yang ada di sini sebagian tersedia dan sebagian stok habis.
“Jadi, dari data yang kami temukan, bahwa ada 1.407 item jenis obat-obatan, dan stok obat-obatan yang tersedia berjumlah 68%, sedangkan obat-obatan yang kehabisan stok mencapai 32%. Artinya, kategori obat stok out juga memiliki persentase yang tinggi,” jelas Maria Barreto.
Ia mengatakan, dari penjelasan para penanggung jawab di INFPM bahwa peralatan medis termasuk obat akan terus diimpor. Dan INFPM nasional akan mendistribusikan obat ke rumah sakit atau pusat kesehatan berdasarkan daftar yang diterima.
Ia mengatakan, saat ini di INFPM memiliki koordinasi yang dengan Direktorat Nasional Produk Farmasi dan Obat-obatan yang ada di Kementerian Kesehatan, dalam hal mendisitribusikan obat-obatan.
Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif INFPM, Paulina Mendonça, menginformasikan tentang stok umum, sebagaimana dilaporkan oleh Komisi F PN bahwa, stok yang tersedia saat ini berjumlah 68% dan stok out berjumlah 32%.
Ia pun menjamin bahwa stok obat-obatan yang saat ini berada di INFPM bisa sampai satu bulan, namun peralatan medis termasuk obat-obatan akan terus masuk ke Gudang untuk merespons kekurangan stok obat yang ada.
“Ini adalah stok obat-obatan normal. Kami dapat menjamin sekitar satu bulan. Dan, kemungkinan besar besok atau lusa, peralatan medis termasuk obat-obatan sudah masuk lagi ke Gudang untuk memenuhi kebutuhan yang ada,” pungkasnya.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Cancio Ximenes
