Tercatat harga bensin di Timor-Leste rata-rata naik

DILI, 18 Maret 2026 (TATOLI) — Harga bensin di Timor-Leste mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan laporan Otoritas Nasional Perminyakan (ANP), harga bensin dan solar selama tiga hari terakhir, 16 hingga 18 Maret 2026, menunjukkan tren peningkatan harga di lima SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) terbesar di Ibukota Dili.
Harga terbaru tercatat sebagai berikut :
- Esperança Timor Oan (ETO), Lda yang berlokasi di Balide : Bensin $1,19/liter, Solar $1,31/liter
- Pertamina International Timor S.A. Lda : Bensin $1,20/liter, Solar $1,30/liter
- Aitula Fuel, Lda : Bensin $1,30/liter, Solar $1,40/liter
- Borala Fuel, Lda : Bensin $1,23/liter, Solar $1,50/liter
- Realistic Fuel Unipessoal, Lda – Caicoli: Bensin $1,27/liter, Solar $1,36/liter
Jika dibandingkan dengan periode 15 hingga 17 Maret 2025, kenaikan harga terlihat jelas :
- Esperança Timor Oan (ETO), Lda yang berlokasi di Balide : Bensin $1,14/liter, Solar $1,23/liter
- Pertamina International Timor S.A. Lda: Bensin $1,15/liter, Solar $1,21/liter
- Aitula Fuel, Lda: Bensin $1,11/liter, Solar $1,20/liter
- Borala Fuel, Lda: Bensin $1,13/liter, Solar $1,20/liter
- Realistic Fuel Unipessoal, Lda – Caicoli: Bensin $1,14/liter, Solar $1,19/liter
Berdasarkan perhitungan, rata-rata kenaikan harga bensin di lima SPBU terbesar ini mencapai ±9,5 persen, sementara rata-rata kenaikan harga solar tercatat lebih tinggi, yakni ±16,8 persen.
Kenaikan terbesar untuk bensin terjadi di Aitula Fuel dengan persentase 17 persen, sedangkan yang terkecil tercatat di Esperança Timor Oan dan Pertamina International Timor sekitar 4 persen.
Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco Monteiro, menanggapi kenaikan harga bensin ini dalam konferensi pers pada 17 Maret 2026. Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan ANP, Timor GAP, serta perusahaan pengimpor BBM seperti Pertamina dan ETO untuk mengelola dampak kenaikan harga minyak.
“Kami telah membangun koordinasi yang sangat intensif. Minggu lalu saya menghubungi ANP, Timor GAP, dan perusahaan pengimpor untuk berbicara secara terbuka tentang apa yang dapat dilakukan masing-masing entitas dalam situasi saat ini hingga ke masa depan,” ujar Francisco Monteiro.
Ia menambahkan, pemerintah bersama Kementerian Keuangan dan pihak terkait akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menstabilkan harga dan meminimalkan dampak negatif terhadap perekonomian.
“Kekhawatiran masyarakat valid, tetapi koordinasi yang baik dan intensif tengah berlangsung untuk menjaga keamanan energi nasional, khususnya bahan bakar,” tambahnya.
Kenaikan harga ini diperkirakan akan berdampak pada biaya transportasi dan distribusi barang, sehingga dapat memengaruhi harga kebutuhan pokok di pasar.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
