Idul Fitri 2026, PM Xanana minta Umat Muslim di TL jaga persatuan di tengah tantangan global

DILI, 20 Maret 2026 (TATOLI)— Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão dalam memperingati Idul Fitri 1447 Hijriah meminta umat Muslim di Timor-Leste untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebersamaan di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Imbauan tersebut disampaikan Xanana dalam wawancara pada kegiatan Halal Bihalal dan Open House Idulfitri yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Dili, Jumat ini.
“Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, kami berdoa kepada Tuhan agar membantu saudara-saudara Muslim yang merayakan Idul Fitri hari ini,” ujar Xanana.
Ia menekankan pentingnya saling merangkul dan mencintai satu sama lain demi menciptakan perdamaian yang menjadi fondasi utama dalam pembangunan negara.
“Kita semua berdoa agar dapat saling merangkul dan mencintai, sehingga perdamaian dapat terwujud sebagai kondisi yang baik untuk mengembangkan negara kita,” katanya.
Xanana juga mengungkapkan kehadirannya dalam acara tersebut selain untuk merayakan Idul Fitri, juga sebagai bentuk penghormatan kepada Duta Besar Indonesia yang akan segera mengakhiri masa tugasnya di Timor-Leste dan melanjutkan misi diplomatik baru di Papua Nugini.
Dalam kesempatan itu, ia menyoroti situasi global yang dinilai semakin mengkhawatirkan, khususnya konflik yang terjadi di Timur Tengah, yang berpotensi memicu krisis energi dan pangan.
“Kita melihat sekarang di dunia terjadi konflik besar, yang dapat berdampak pada harga minyak dan pangan. Oleh karena itu, kita harus bersatu,” tegasnya.
Menurutnya, dampak konflik global dapat dirasakan hingga ke kehidupan masyarakat sehari-hari, sehingga persatuan dan solidaritas menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut.
Ia pun mengajak seluruh umat Muslim di Timor-Leste untuk terus menumbuhkan cinta dan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
“Dengan rasa hormat dan persaudaraan, marilah kita bersama-sama membangun negara ini dan membawa ke jalan yang benar,” ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, dalam wawancara terpisah menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh umat Muslim, baik warga negara Indonesia maupun masyarakat Timor-Leste.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat Muslim,” katanya.
Ia menyebut momen Idulfitri tahun ini terasa istimewa karena berdekatan dengan berbagai perayaan keagamaan lainnya, seperti Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Imlek, serta masa puasa umat Kristen Katolik.
Menurutnya, situasi global dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi perhatian serius, terutama konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Indonesia telah mengevakuasi 32 warga negara Indonesia dari Iran, serta mencatat adanya korban WNI dalam insiden ledakan kapal di Selat Hormuz, dengan tiga orang dilaporkan hilang.
Selain dampak kemanusiaan, konflik tersebut juga berdampak pada kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok.
“Kenaikan harga minyak akan diikuti oleh kenaikan harga kebutuhan lainnya, sehingga kondisi ekonomi ini harus kita hadapi bersama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi situasi tersebut.
“Kita harus kuat, saling bergandeng tangan, saling membantu, mendukung, dan mendoakan. Inilah makna silaturahmi hari ini,” katanya.
Ia berharap situasi global dapat segera membaik, namun menegaskan bahwa masyarakat tetap perlu bersiap menghadapi berbagai kemungkinan di masa mendatang.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
