Hormati Masa Prapaskah, Mari Alkatiri rayakan Idul Fitri 2026 tanpa tradisi “Open House”

DILI, 20 Maret 2026 (TATOLI)– Mantan Perdana Menteri Timor-Leste sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Fretilin, Mari Alkatiri, menyatakan bahwa perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini akan dilaksanakan tanpa tradisi “open house”.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap masa Prapaskah yang sedang dijalani mayoritas umat Katolik di Timor-Leste, sekaligus sebagai momentum refleksi spiritual bagi seluruh masyarakat.
Dalam pesannya yang ditulis pada 16 Maret 2026, Alkatiri mengajak umat Muslim maupun warga dari agama lain untuk merenungi makna Idulfitri dengan kesadaran penuh.
Menurutnya memperingati Idul Fitri saat ini merupakan momen yang sangat menantang bagi seluruh dunia, terutama bagi umat Islam, mengingat dampak yang berat yang dirasakan tidak hanya oleh dunia Islam, tetapi juga oleh masyarakat secara umum.
“Yerusalem, sebagai kota yang penting bagi tiga agama besar, Katolik, Yahudi, dan Islam. Saat ini, kita tidak sepenuhnya mengetahui bagaimana cara mereka merayakan Idul Fitri dengan tepat, dan kita disini pun masih belum bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan,” ucapnya.
Ia menekankan bahwa perayaan kali ini juga menjadi kesempatan untuk menyiapkan jalan menuju Paskah untuk umat Katolik, dengan harapan memperkuat pemahaman dan dialog antarumat beragama di negara ini.
“Biasanya saat Idulfitri kita membuka rumah agar semua orang bisa masuk, tetapi tahun ini saya tidak mengadakan tradisi ‘open house’. Hal ini saya lakukan untuk menghormati masa Prapaskah hingga Paskah, sebagai momentum refleksi dan pembaruan spiritual bagi seluruh rakyat,” tulis Alkatiri.
Alkatiri menekankan pentingnya Idulfitri 2026 sebagai waktu introspeksi, kesadaran spiritual, dan persatuan lintas agama.
Ia mengajak komunitas Muslim, Katolik, maupun pemeluk agama lain untuk bersama-sama menjaga harmoni dan persatuan di Timor-Leste.
“Bulan Ramadhan Kareem ini membawa pesan solusi untuk konflik dan dialog. Kita menunggu hingga 2 April, hari Kebangkitan, untuk menapaki kehidupan baru bersama-sama,” tambah mantan Perdana Menteri itu.
Alkatiri menutup pesannya dengan salam sejahtera bagi seluruh umat Muslim: Minal Aidin Walfaidzin, seraya mengingatkan pentingnya membangun kesadaran lintas agama demi kemajuan dan persatuan Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
