Presiden Ramos-Horta lantik Elisa Maria sebagai Dubes Perwakilan Tetap TL untuk ASEAN

DILI, 19 Maret 2026 (TATOLI) — Presiden Republik Timor-Leste, José Ramos-Horta, pada Kamis (19/03), di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, melantik Elisa Maria da Silva sebagai Duta Besar (Dubes) Perwakilan Tetap Timor-Leste (TL) untuk ASEAN.
Pengangkatan Elisa Maria da Silva sebagai Duta Besar Perwakilan Tetap Timor-Leste (TL) untuk ASEAN melalui Keputusan Presiden No. 35/2026. Dimana, Dubes Elisa Maria menggantikan Duta Besar sebelumnya, Natercia Cipriana Coelho da Silva.
Dalam acara pelantikan, Presiden Ramos-Horta menggarisbawahi pentingnya peran strategis ini seiring Timor-Leste memperkuat posisinya di dalam blok regional tersebut.
“Peran Perwakilan Tetap kita di Jakarta sangat penting untuk memastikan Timor-Leste, sebagai anggota ASEAN ke-11 dan menjadi anggota aktif dan kontributor bagi komunitas regional kita bersama,” kata Ramos-Horta.

Kepala Negara mengatakan bahwa Duta Besar Elisa Maria da Silva membawa pemahaman mendalam tentang mekanisme ASEAN dan pengalaman diplomatik yang akan sangat penting.
“Dalam menavigasi integrasi penuh kita dalam tiga pilar Komunitas yaitu, Politik-Keamanan, Ekonomi, dan Sosial-Budaya, saya percaya bahwa hal itu akan mewakili kepentingan nasional kita dan memperkuat hubungan kita dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara,” kata Ramos-Horta.
Sebagai Perwakilan Tetap, Duta Besar Elisa Maria da Silva akan menjabat sebagai perwakilan utama Timor-Leste untuk ASEAN dan anggota Komite Perwakilan Tetap (CPR).
Presiden Ramos-Horta mengatakan tanggung jawab utamanya meliputi mewakili Timor-Leste dalam pertemuan CPR, menjalin hubungan dengan Sekretariat ASEAN, dan memfasilitasi implementasi perjanjian ASEAN.
Dikatakan, mandat Duta Besar Elisa sangat penting untuk memanfaatkan peluang strategis dari seluruh proses aksesi, termasuk meningkatkan integrasi ekonomi di pasar dengan populasi lebih dari 600 juta jiwa, partisipasi aktif dalam dialog keamanan regional, dan pembangunan kapasitas kelembagaan.
Dimana, Presiden Ramos-Horta mengakhiri pidatonya dengan menegaskan kembali komitmen besar Timor-Leste untuk memperkuat hubungan diplomatik globalnya dan mendoakan kesuksesan bagi Duta Besar Elisa Maria da Silva dalam mandat barunya untuk melayani rakyat dan kepentingan Republik Demokratik Timor-Leste.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Ramos-Horta menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Perwakilan Tetap yang akan segera mengakhiri masa jabatannya atas pengabdiannya dalam membangun kehadiran diplomatik Timor-Leste di ASEAN selama periode kritis integrasi.
Dubes Elisa seorang diplomat dengan pengalaman lebih dari dua dekade
Duta Besar Elisa Maria da Silva adalah seorang diplomat karier dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang urusan regional. Sebelum penunjukan ini, beliau menjabat sebagai Direktur Jenderal Urusan ASEAN di Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC).

Jabatan sebelumnya di kementerian tersebut termasuk Direktur Pilar Komunitas Politik-Keamanan ASEAN.
Dia juga pernah menduduki posisi penting di luar negeri, menjabat sebagai Konselor di Kedutaan Besar Timor-Leste di Bangkok, Thailand, dan juga menjabat sebagai Wakil Perwakilan Tetap Komisi Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Asia dan Pasifik (UNESCAP) dan Kuasa Usaha sementara dari Februari 2020 hingga Januari 2021 di awal karirnya, dan Duta Besar Elisa menjabat sebagai Sekretaris Pertama di Kedutaan Besar Timor-Leste di Canberra, Australia (2010–2013), dan Sekretaris Ketiga/Konsul di Konsulat Jenderal di Sydney, Australia (2005–2008).
Beliau memulai kariernya di Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama pada tahun 2001. Di antara penugasan luar negerinya, ia memegang posisi-posisi penting di Kementerian, termasuk Direktur Protokol ba Acara Kementerian (2014–2016) dan dua kali diangkat sebagai Kepala Kabinet Kementerian MNEC selama periode tersebut.
Sebelum memulai karier diplomatiknya, ia memperoleh pengalaman berharga sebagai asisten produksi, videografer, dan presenter televisi untuk TVTL/Unit Informasi Publik, OCPIO UNTAET, selama tahun 1999–2000. Ia juga bertugas sebagai penerjemah dan asisten administrasi di Bagian Administrasi UNAMET dari Juni hingga September 1999.
Kualifikasi pendidikannya meliputi gelar Magister Manajemen, dengan spesialisasi Pengembangan dan Manajemen Organisasi, dari Universitas Assumption, Thailand (2019), dan gelar Sarjana Ilmu Pendidikan dari UNTL (Universidade Nacional Timor Lorosa’e), Dili. Duta Besar Elisa Maria da Silva menguasai bahasa Tetum, Portugis, Indonesia, dan Inggris.
Reporter : Hortencio Sanchez (Penerjemah : Armandina Moniz)
Editor : Cancio Ximenes
