Aset perbankan di TL tembus $2,852 juta pada 2025, Kredit ke sektor swasta terus naik

DILI, 23 Maret 2026 (TATOLI)– Total aset perbankan di Timor-Leste mencapai $2,852 juta pada Desember 2025, mencatat kenaikan 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan ini disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), Helder Lopes, dalam presentasinya di Pusat Konvensi Dili (CCD).
“Sistem perbankan Timor-Leste terdiri dari delapan institusi, termasuk enam bank komersial dan dua lembaga penyimpan dana lainnya. Salah satu yang terbaru adalah Banco do Nosso Futuro, yang mendapatkan izin pada 6 Agustus 2025 dan resmi dibuka pada 4 September 2025,” ucap Helder Lopes dalam presentasinya.
Enam bank Komersial terdiri dari Bank Perdagangan Nasional Timor-Leste (BNCTL), Bank Mandiri (BUMN Indonesia), Bank Rakyat Indonesia (BRI – BUMN Indonesia), Banco Nacional Ultramarino (BNU), BNF, Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) serta dua lembaga penyimpanan berbasis fintech seperti T-Pay (TELKOMCEL) dan Mosan (TELEMOR).
Menurut BCTL, performa perbankan sepanjang 2025 tetap solid dengan likuiditas yang cukup dan layanan berkualitas baik melalui kanal digital maupun layanan tatap muka. Peningkatan aset terutama didorong oleh pertumbuhan kredit dan aset tetap, serta aset lainnya.
Pertumbuhan Kredit ke Swasta
Kredit perbankan meningkat signifikan sebesar 15 persen, mencapai $642 juta pada Desember 2025, dibandingkan $560 juta pada Desember 2024. Pertumbuhan ini mendukung aktivitas usaha dan investasi rumah tangga, dengan sebagian besar kredit mengalir ke sektor swasta, yang mencapai $704 juta dari total kredit dalam sistem keuangan.
Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan, dengan provisi risiko kredit menurun 28,8 persen menjadi $19,6 juta, didorong oleh kinerja pembayaran yang lebih baik. Rasio kredit bermasalah (NPL) tetap rendah di 2,4 persen, sementara margin operasional yang kuat terus menjaga sektor perbankan dari potensi risiko kredit.
Komposisi Aset Perbankan
Meski kredit meningkat, kas dan saldo di BCTL turun 11 persen menjadi $36 juta, sementara penempatan pada bank lain naik 8 persen menjadi $1,34 miliar dan tetap menjadi bagian terbesar dari total aset sebesar 62 persen. Aset tetap dan aset lainnya juga meningkat, masing-masing 14 persen dan 41 persen, meskipun kontribusinya terhadap total aset hanya sekitar 1 persen.
Peningkatan kredit dan restrukturisasi aset ini menunjukkan pergeseran sumber daya perbankan dari aset likuid berimbal rendah menuju pembiayaan sektor swasta, sejalan dengan strategi mendorong pengembangan ekonomi domestik.
Secara keseluruhan, laporan BCTL menegaskan bahwa sistem perbankan Timor-Leste tetap stabil, likuid, dan mendukung pertumbuhan sektor swasta melalui penyaluran kredit yang lebih agresif.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
