CCI-TL : Keterbatasan kapasitas keuangan jadi penghambat utama bagi sektor swasta

DILI, 24 Maret 2026 (TATOLI) — Kamar Dagang Industri Timor-Leste (CCI-TL) menilai keterbatasan kapasitas dalam pengelolaan keuangan masih menjadi hambatan utama yang dihadapi sektor swasta nasional, khususnya dalam mengakses pembiayaan atau kredit.
Ketua CCI-TL, Jorge Serrano, mengatakan berbagai tantangan tersebut mendorong pihaknya untuk memberikan pelatihan akuntansi kepada perusahaan serta melakukan advokasi bagi anggota yang menghadapi kendala dalam aktivitas bisnis.
Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir CCI-TL terus berupaya melakukan konsolidasi dengan membangun jaringan antara pelaku usaha nasional dan asing, termasuk memperkuat asosiasi bisnis di seluruh wilayah Timor-Leste. Upaya ini juga diarahkan untuk mendukung ekonomi lokal serta proses desentralisasi pemerintah, dengan bekerja sama dengan SERVE dalam verifikasi registrasi perusahaan.
“Ekonomi Timor-Leste masih didominasi sektor publik, di mana belanja pemerintah menjadi motor utama pertumbuhan. Namun, berbagai hambatan struktural seperti akses terbatas terhadap pembiayaan, infrastruktur yang belum memadai, pasar domestik yang kecil, serta regulasi yang membatasi, terus menghambat perkembangan sektor swasta,” ujar Jorge Serrano dalam acara peluncuran Laporan Kinerja Ekonomi Timor-Leste 2025 yang digelar di Pusat Konvensi Dili (CCD), Senin (23/03).
Ia menambahkan, kondisi tersebut menyebabkan sektor swasta tetap kecil dengan pertumbuhan yang terbatas dan terkonsentrasi pada sektor berproduktivitas rendah, sehingga membatasi diversifikasi ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, basis produksi yang sempit dan lemahnya daya saing eksternal turut menjadi tantangan dalam mengembangkan sektor bernilai tambah tinggi. Sektor pertanian yang menyerap banyak tenaga kerja masih mengalami stagnasi produksi, sementara sektor manufaktur dan industri masih minim perkembangan.
CCI-TL saat ini memfokuskan perhatian pada pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya bagi generasi muda dan perempuan, guna meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan ekonomi.
Serano juga menekankan bahwa sektor swasta nasional masih berada dalam tahap konsolidasi dan adaptasi dalam proses pembangunan negara. Ia menilai dukungan kebijakan pemerintah sangat diperlukan, mengingat berbagai forum dan kongres bisnis yang telah dilakukan belum memberikan hasil yang optimal.
Ia juga mengingatkan pentingnya evaluasi konkret terhadap setiap forum ekonomi agar memberikan dampak nyata bagi perkembangan dunia usaha.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Francisco Kalbuadi Lay, menyatakan pemerintah tetap berkomitmen pada diversifikasi ekonomi, pengembangan sektor swasta, serta penciptaan lapangan kerja.
“Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan tidak dapat hanya bergantung pada sektor publik, melainkan membutuhkan sektor swasta yang kuat, inovatif, dan kompetitif,” ucapnya.
Pada tahun 2025, ekonomi Timor-Leste menunjukkan perkembangan positif dengan pertumbuhan sebesar 4,6 persen, inflasi terkendali di angka 1,2 persen, serta peningkatan pendapatan fiskal sebesar 2,1 persen.
Investasi publik tercatat meningkat 8,1 persen, terutama pada pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan, energi, dan konektivitas digital. Sementara itu, investasi swasta naik 9,7 persen dan ekspor meningkat 20,1 persen, mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha.
Pemerintah juga melihat peluang besar melalui integrasi dengan ASEAN dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), serta mendorong peningkatan standar dan kapasitas nasional agar mampu bersaing di pasar regional dan global.
Lebih lanjut, pemerintah mendorong transformasi ekonomi melalui pengembangan industri kecil dan pengolahan produk lokal bernilai tambah, seperti kopi, kelapa, dan hasil pertanian lainnya, guna meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja baru.
“Sekarang adalah waktu untuk bertindak, mengubah tantangan menjadi peluang, dan membangun ekonomi Timor-Leste yang lebih kuat, terdiversifikasi, dan berkelanjutan,” tutupnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
