Antisipasi krisis energi, Pemerintah berencana terapkan pemadaman listrik terjadwal  

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão. Foto Tatoli/Egas Cristovão

DILI, 02 April 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste berencana menerapkan pemadaman listrik terjadwal sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis energi di tengah konflik global yang belum jelas kapan berakhir.

Kebijakan ini diumumkan oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão, setelah melakukan pertemuan mingguan dengan Presiden Republik, José Ramos-Horta, di Istana Kepresidenan, Kamis ini.

Ia melaporkan tentang , keputusan Dewan Menteri pada Rabu (01/04) menyetujui alokasi anggaran sebesar US$168,8 juta untuk pembelian 80 juta liter BBM guna memperkuat cadangan nasional hingga akhir tahun.

“Saya datang bertemu Presiden, kami berdiskusi dan menganalisis konflik global yang sedang terjadi. Kita tidak tahu kapan akan berakhir,” ujar PM Xanana.

PM Xanana menekankan bahwa permasalahan bukan hanya harga BBM, tetapi keterbatasan stok di tingkat internasional.

“Kita tahu bahwa minyak dari Timur Tengah dipasok ke seluruh Asia. Kami juga memantau bahwa sejumlah negara besar menyerang Iran, dan kita tidak tahu kapan konflik ini akan berakhir,” jelasnya.

Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan konflik diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu ke depan, Xanana memperingatkan dampak jangka panjang. “Meskipun perang selesai, pasokan minyak tetap akan terganggu karena fasilitas minyak dan gas di Dubai, Kuwait, dan Qatar telah rusak. Ini menjadi masalah besar bagi kita,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah menyiapkan langkah terjadwal pemadaman listrik dari pukul 23.00 hingga 05.00 pagi jika cadangan bahan bakar mengalami tekanan.

“Kami juga mengimbau agar penggunaan transportasi, baik publik maupun pribadi oleh institusi, dikurangi. Jika tidak, akan ada pembatasan. Contohnya pada akhir pekan kendaraan tidak beroperasi dan masyarakat berjalan kaki sebagai bagian dari mekanisme penghematan,” tambahnya.

Sebelumnya, pemerintah juga menetapkan batas maksimum harga BBM bersubsidi, yakni tidak melebihi US$1,50 per liter untuk bensin dan US$1,65 per liter untuk diesel, sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan energi bagi masyarakat.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored