Survei 42 hari, Pemerintah tinjau kesiapan operasi Seismik Eni di Selatan Timor-Leste

LIQUIÇA, 10 April 2026 (TATOLI)— Pemerintah melalui Otoritas Nasional Perminyakan (ANP) bersama Otoritas Maritim Nasional (AMN) dan Direktorat Jenderal Perikanan Kementerian Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan (MAPPF), melakukan kunjungan ke kapal Seismik untuk meninjau langsung kesiapan akhir operasi survei Seismik yang akan dilaksanakan oleh perusahaan Eni Timor-Leste B.V. di wilayah selatan Timor-Leste.
Kunjungan ke kapal Seismik SWY BLY tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh persiapan teknis dan operasional berjalan sesuai rencana sebelum dimulainya kegiatan survei seismik di area kontrak Production Sharing Contract (PSC) TL-SO-22-23 yang ditandatangani pada 14 Desember 2023.
Ketua ANP, Gualdino da Silva menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen awal eksplorasi Eni di Timor-Leste, yang mencakup studi seismik komprehensif untuk memetakan struktur bawah laut dan menentukan lokasi potensial pengeboran minyak dan gas, khususnya di wilayah selatan lapangan Greater Sunrise.
“Hari ini kita melihat kapal seismik milik Eni yang bekerja sama dengan perusahaan Shearwater. Kapal ini akan berangkat sore ini, pada pukul 16:00 waktu Timor-Leste menuju area kontrak di Laut Timor,” ujar Ketua ANP Gualdino di Pelabuhan Tibar, Liquiça, Jumat ini.
Ia menjelaskan bahwa operasi survei tersebut akan berlangsung selama sekitar 42 hari. Sebelum keberangkatan kapal utama, tiga kapal pendukung telah lebih dahulu dikerahkan ke lokasi lima hari sebelumnya, dengan melibatkan perwakilan ANP, AMN, dan MAPPF.
“Tugas mereka adalah memastikan area kontrak bebas dari aktivitas penangkapan ikan, serta membersihkan benda-benda atau material logam di laut yang dapat mengganggu operasi,” tambahnya.
Menurutnya, operasi ini melibatkan total lima kapal, terdiri dari satu kapal seismik utama, tiga kapal pendukung, dan satu kapal logistik, yang bekerja secara terkoordinasi untuk mendukung kegiatan survei.
Program tersebut mencakup akuisisi data seismik 3D seluas sekitar 1.500 kilometer persegi serta survei seismik 2D sepanjang 60 kilometer. Data ini akan digunakan untuk mengidentifikasi struktur bawah laut dan mendukung penentuan titik pengeboran di masa depan.

Lebih lanjut, survei ini berfokus pada Prospek Dujong Tithonian dengan target utama pada horizon Echuca (BAPT) di kedalaman 2.000–3.000 meter, serta horizon Permian (PERM) pada kedalaman 3.700–4.800 meter.
Setelah tahap akuisisi data selesai, Eni akan melanjutkan proses interpretasi untuk menentukan potensi pengeboran yang direncanakan pada tahap berikutnya dalam periode eksplorasi.
ANP menegaskan bahwa pihaknya bersama AMN, MAPPF, dan instansi terkait lainnya akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai jadwal dan standar keselamatan yang berlaku.
“Kami akan terus memantau untuk memastikan semua pekerjaan berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Dalam siaran persnya, ANP menyampaikan bahwa PSC TL-SO-22-23 mencakup wilayah seluas 4.032,221 kilometer persegi di lepas pantai selatan Timor-Leste, yang berdekatan dengan lapangan Greater Sunrise dan area sumur Chuditch.
Blok tersebut merupakan salah satu dari 18 blok yang ditawarkan pemerintah melalui Putaran Lisensi Kedua Timor-Leste 2019/2022.
Eni Timor 22-23 B.V. berkomitmen melaksanakan program eksplorasi sesuai ketentuan kontrak, termasuk akuisisi seismik 3D seluas sekitar 1.500 kilometer persegi dan seismik 2D sepanjang 60 kilometer, dengan estimasi durasi operasional sekitar 10 minggu.
Kapal survei seismik SWY BLY bersama kapal pendukungnya telah dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Kapal ini dilengkapi teknologi geofisika modern untuk memetakan struktur bawah permukaan laut secara lebih akurat.
ANP menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat eksplorasi sumber daya alam secara bertanggung jawab, meningkatkan pemahaman geologi bawah laut, serta mendukung pengembangan sektor energi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang Timor-Leste.
Selain itu, pemerintah menilai bahwa operasi ini mencerminkan kolaborasi berkelanjutan antara Timor-Leste, Eni, dan mitra industri lainnya dalam memastikan kegiatan eksplorasi dilakukan sesuai standar internasional dengan mengutamakan keselamatan, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
