Timor-Leste jadi penyumbang kedua terbesar tenaga kerja program PALM di Australia

DILI, 14 April 2026 (TATOLI) – Timor-Leste mencatat pencapaian signifikan dalam program Pacific Australia Labour Mobility (PALM) dengan menempatkan 5.245 pekerja di Australia hingga Januari 2026, dan menjadikan Timor-Leste sebagai negara pengirim tenaga kerja terbesar kedua dalam skema tersebut.
Berdasarkan data resmi PALM, total pekerja yang terlibat dalam program ini mencapai 31.970 orang yang berasal dari negara-negara Pasifik dan Timor-Leste.
Berikut total pekerja yang 31.970 orang dalam program PALM dengan jumlah urutan :
- Pertama Vanuatu penyumbang terbesar atau urutan pertama dengan 6.835 pekerja
- Kedua Timor-Leste dengan 5.245 pekerja
- Ketiga Fiji dengan 4.950 pekerja
- Keempat Solomon 4.505 pekerja
- Kelima Tonga 3.230 pekerja
- Keenam Samoa 2.705 pekerja
- Ketujuh Papua Nugini 2.665 pekerja
- Kedelapan Kiribati 1.505 pekerja
- Kesembilan Tuvalu dengan 290 pekerja
- Terakhir atau urutan kesepuluh Nauru dengan 40 pekerja
Kedutaan Besar Timor-Leste dalam laman resminya menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan peran penting Timor-Leste dalam mendukung kebutuhan tenaga kerja Australia, khususnya di sektor-sektor utama.
“Timor-Leste merupakan negara pengirim tenaga kerja terbesar kedua dalam skema ini, setelah Vanuatu,” tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar Timor-Leste di Australia dalam Portalnya.
Menurut Kedutaan, keberadaan 5.245 pekerja Timor-Leste tidak hanya mencerminkan kontribusi terhadap ekonomi Australia, tetapi juga menegaskan meningkatnya posisi strategis Timor-Leste sebagai mitra tenaga kerja.
“Jumlah ini menyoroti kekurangan tenaga kerja yang masih terjadi di Australia pada sektor-sektor kunci serta meningkatnya pentingnya Timor-Leste sebagai mitra penyedia tenaga kerja,” demikian pernyataan tersebut.
Mayoritas pekerja Timor-Leste dalam program PALM bekerja di sektor pertanian dan bidang terkait lainnya. Mereka tersebar di beberapa negara bagian utama Australia, termasuk Queensland, New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan, serta sebagian kecil di wilayah lainnya.
Program PALM sendiri terus menjadi salah satu mekanisme utama bagi Australia untuk mengatasi kekurangan tenaga kerja, sekaligus memberikan peluang kerja bagi negara-negara Pasifik dan Timor-Leste guna meningkatkan pendapatan masyarakat melalui remitansi.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
