Perkuat kapasitas SDM di sektor maritim, APORTIL luncurkan pelatihan BST

APORTIL, I.P luncurkan pelatihan Basic Safety Training (BST) bagi peserta untuk mahasiswa dan pegawai APORTIL. Foto Media APORTIL

DILI, 17 Maret 2026 (TATOLI)— Otoritas Pelabuhan Timor-Leste (APORTIL, I.P.) meluncurkan pelatihan Basic Safety Training (BST) bagi mahasiswa dan pegawai guna memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di sektor maritim serta mendukung pengelolaan potensi laut nasional.

Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Vokal I APORTIL, Julio Saldanha Barreto, di Pusat Pelatihan CNEFP Tibar, bersama perwakilan Dana Pengembangan Modal Manusia (FDCH), Sekretariat Negara untuk Pelatihan Profesional dan Ketenagakerjaan (SEFOPE), serta Direktur CNEFP Tibar pada Senin (16/03).

Program pelatihan ini diikuti oleh sembilan mahasiswa Timor-Leste, termasuk dua mahasiswa perempuan dari Akademi Maritim Surabaya, Indonesia, serta 16 pegawai APORTIL.

Dalam sambutannya, Julio Saldanha Barreto menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari investasi strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia nasional di sektor maritim.

“Jika kita memiliki anggaran, mengapa kita tidak berinvestasi pada masyarakat kita sendiri? Jika kita tidak berinvestasi sekarang, kita akan terus bergantung pada kemampuan orang lain di masa depan,” kata Julio.

Ia mendorong para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan disiplin dan komitmen tinggi.

Sementara itu, Perwakilan SEFOPE, Ilidio Ximenes da Costa, mengatakan bahwa meskipun Timor-Leste memiliki posisi geografis strategis dan potensi sumber daya laut yang besar, tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan di bidang maritim.

“Ketergantungan pada tenaga kerja asing serta praktik penangkapan ikan ilegal dapat diminimalkan apabila negara berfokus pada investasi pengembangan kapasitas warganya sendiri untuk mengelola sumber daya laut secara mandiri,” ucapnya

Pelatihan Basic Safety Training (BST) yang dilaksanakan di Pusat Pelatihan CNEFP Tibar tersebut juga diikuti oleh enam pegawai APORTIL dan sembilan mahasiswa dari Universitas Hang Tuah Surabaya, Indonesia.

Ilidio menjelaskan kepada TATOLI secara daring bahwa pelatihan ini akan berlangsung selama dua minggu dan merupakan persyaratan wajib bagi mahasiswa yang menempuh studi di bidang pelayaran sebelum menjalani program magang selama satu tahun.

“Pelatihan tersebut juga bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pegawai APORTIL yang bekerja di kapal pemadam kebakaran,” katanya.

Program pelatihan ini dibiayai oleh Dana Pengembangan Modal Manusia (FDCH) melalui APORTIL. Kegiatan tersebut juga dinilai penting bagi SEFOPE untuk memperkuat kapasitas generasi muda sebelum bekerja di luar negeri, seperti di Korea Selatan dan Jepang, khususnya di sektor perikanan yang telah memiliki rencana kerja sama dengan UPM dan komponen angkatan laut F-FDTL.

Sementara itu, Inspektur Pusat Pelatihan Maritim, Joanico Marcelo de Jesus, menjelaskan bahwa pelatihan BST merupakan persyaratan wajib bagi peserta di bidang nautika dan teknik sebelum menjalani praktik kerja di kapal.

Selama dua minggu pelatihan, peserta akan mempelajari empat modul dasar, yaitu Elementary First Aid (Pertolongan Pertama), Personal Safety and Social Responsibility (Keselamatan Pribadi dan Tanggung Jawab Sosial), Fire Prevention and Fire Fighting (Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran), serta Personal Survival at Sea (Teknik Bertahan Hidup di Laut).

Acara pembukaan pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Vokal I APORTIL Julio Saldanha Barreto, Vokal II Leandro de Sena, Direktur Sumber Daya Manusia APORTIL Diamentino da Costa Lobo Soares, perwakilan SEFOPE Ilidio Ximenes da Costa, serta Inspektur Pusat Pelatihan CNEFP Tibar, Joanico Marcelo de Jesus.

 Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored