BCTL paparkan situasi ekonomi kepada Presiden Ramos-Horta

Gubernur Bank BCTL Helder Lopes, bertemu Presiden Republik José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Jumat (27/03). Foto Media Kepresidenan

DILI, 27 Maret 2026 (TATOLI) – Gubernur Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) Helder Lopes, bertemu  Presiden Republik José Ramos-Horta untuk memaparkan perkembangan situasi terkini ekonomi di Timor-Leste.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Jumat (27/03), Gubernur Helder mengatakan pertemuan yang dilakuan dengan Kepala Negara ini untuk  memberikan informasi terkini mengenai situasi ekonomi dalam negeri, khususnya situasi ekonomi yang berkaitan dengan laporan kinerja ekonomi yang telah diluncurkan beberapa hari lalu.

“Saya dan tim datang menemui Presiden Republik untuk memberikan informasi terkini tentang situasi ekonomi di negara ini, khususnya situasi ekonomi terkait laporan kinerja ekonomi (2025) yang beberapa hari lalu  diluncurkan BCTL bersama Pemerintah untuk memfasilitasi dialog antara sektor swasta dan Pemerintah. Dimana, dokumen laporan itu telah diluncurkan. Dan, dalam pertemuan, Presiden Republik sangat menghargai laporan tersebut,” kata Gubernur Helder kepada wartawan usai  pertemuan tersebut.

Ia mengatakan, selama pertemuan tersebut Kepala Negara meminta BCTL untuk bekerja sama dengan Pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri.

“Seperti yang kita ketahui bersama, proyeksi pertumbuhan ekonomi kita untuk tahun 2025 adalah 4,6%. Dan, isu kedua yang kami sampaikan kepada Presiden Republik dan yang kami terima petunjuknya adalah dampak perang di Timur Tengah terhadap Timor-Leste, dan bagaimana BCTL melihat hal itu. Maka, jawaban kami adalah selama mandat akan melihat apa yang dihasilkan dari dana perminyakan, tetapi kami masih tetap mengamati nilai pasar keuangan, karena kita menggunakan dolar AS. Saat ini, kenaikan nilai dolar memberi kita keuntungan yang baik, terutama untuk mengendalikan harga barang ketika kita mengimpor ke negara kita. Namun dampak negatifnya adalah kenaikan harga barang dan harga bahan bakar, namun pemerintah telah mengambil langkah-langkah, tetapi kami masih memantau dampaknya terhadap kita,” kata Gubernur Helder.

Pada kesempatan ini, kedua pihak juga membahas dana perminyakan Timor-Leste yang pada akhir tahun 2025 meningkat menjadi 18,6 miliar dolar AS.

Dalam laman Kepresidenan Republik, menyebutkan dalam pertemuan Kepala Negara memuji BCTL dan Pemerintah karena telah mendorong pemulihan ekonomi yang tangguh, disorot oleh proyeksi tingkat pertumbuhan sebesar 4,6% untuk tahun 2025. Presiden Ramos-Horta menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pengawasan cermat dari Bank Sentral dan mendorong institusi tersebut untuk melanjutkan pekerjaan vitalnya dengan bermitra bersama entitas terkait guna mendorong kemajuan ekonomi bangsa.

Tim Tatoli

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored