Berpidato di Forum Global Baku XIII, Ramos Horta bergabung dengan jajaran tokoh internasional

Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, berpidato di Forum Global Baku XIII di Azerbaijan. Foto Media Kepresidenan

DILI, 13 Maret 2026 (TATOLI)—  Presiden Republik Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, menjadi salah satu Kepala Negara yang berpidato di Forum Global Baku XIII di Azerbaijan. Presiden Republik bergabung dengan jajaran tokoh internasional terkemuka saat berpidato di panel tingkat tinggi tentang “Keamanan Global dan Keseimbangan Kekuasaan” di Forum Global Baku XIII yang diadakan di Azerbaijan.

Dalam laman Kepresidenan Republik yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa Kepala Negara dalam forum itu berbagi panggung dengan para pemimpin terkemuka saat berpidato, termasuk mantan Presiden Dewan Eropa, Charles Michel dan mantan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amre Moussa, Kepala Negara Timor-Leste berkontribusi pada diskusi-diskusi penting tentang tantangan keamanan yang muncul saat ini.

Dimana, panel itu berfokus pada kebutuhan mendesak untuk menegakkan hukum internasional sebagai landasan penting bagi hubungan internasional yang adil, stabil, dan langgeng di dunia yang semakin bergejolak.

Selama intervensinya, Presiden Ramos-Horta dengan kuat menarik pelajaran dari sejarah pembangunan perdamaian Timor-Leste sendiri, mengingat kembali perjalanan sukses bangsa ini dari konflik menuju kemerdekaan serta rekonsiliasi bersejarahnya dengan Indonesia.

Kepala Negara menekankan bahwa kepemimpinan politik yang visioner sangat fundamental dalam mengelola dampak pascakonflik dan meletakkan dasar yang kuat untuk pembangunan berkelanjutan.

Saat ini, catat Presiden Republik, Timor-Leste berdiri sebagai bukti hidup tentang bagaimana dialog dan kerja sama internasional dapat mengubah lanskap yang hancur akibat perang menjadi negara berkembang yang menikmati perdamaian yang kuat, stabilitas kelembagaan, dan ikatan regional yang erat.

Menyoroti krisis global saat ini, khususnya konflik yang menghancurkan di Timur Tengah, Presiden Republik memperingatkan dampak kemanusiaan dan geopolitiknya yang parah.

Presiden Ramos-Horta menegaskan kembali bahwa negara-negara kecil seperti Timor-Leste sangat bergantung pada institusi multilateral dan sistem internasional berbasis aturan yang berlabuh pada rasa saling menghormati.

Dikutip dari  kantor berita nasional AZERTAC, Presiden Ramos-Horta meninggalkan pesan yang bergema bagi audiens internasional: “Kepemimpinan membimbing rakyat menuju keamanan, perdamaian, rekonsiliasi, dan pembangunan. Pelajaran sejarah ini penting bagi semua negara, termasuk Azerbaijan dan mengingatkan dunia bahwa dialog dan kerja sama harus tetap menjadi prioritas mutlak untuk mencapai stabilitas global yang langgeng,” katanya.

TATOLI

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored