ETO Resmi mulai proyek industri di Manatuto dengan peletakan batu pertama

MANATUTO, 30 Maret 2026 (TATOLI) – Perdana Menteri, Xanana Gusmão, bersama Direktur Eksekutif perusahaan Esperansa Timor Oan, Lda (ETO), Nilton Gusmão, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan industri yang berlokasi di zona industri Beadi, Kampung Carlilo, Desa Aiteas, Kotamadya Manatuto.
Kawasan industri tersebut mencakup lima unit pabrik, yakni produksi kotak kemasan, produksi struktur logam H-Beam, pengolahan sarden kalengan, rumah potong hewan dan industri pengolahan daging, serta pengolahan beras.
Nilton Gusmão menjelaskan bahwa tujuan investasi ini untuk menciptakan lapangan kerja serta mengurangi ketergantungan Timor-Leste terhadap impor.
“Pendirian industri pengolahan dan berbagai pabrik ini memiliki peran penting dalam pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Timor-Leste yang menjadikan sektor pertanian sebagai basis ekonomi,” ujarnya.
Menurutnya, Timor-Leste memiliki tanggung jawab untuk memperkuat ekonomi domestik melalui aktivitas industri. Oleh karena itu, ETO memulai langkah diversifikasi untuk berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional melalui investasi di sektor manufaktur, sejalan dengan rencana strategis pemerintah.
Ia menambahkan, proyek ini berada pada tahap awal dengan nilai investasi antara 13 hingga 15 juta dolar AS. Pada fase konstruksi, diperkirakan akan menciptakan 100 hingga 150 lapangan kerja dengan prioritas bagi tenaga kerja lokal. Sementara pada tahap operasional, kawasan industri ini diproyeksikan menyerap 600 hingga 700 tenaga kerja langsung serta lebih dari 1.500 tenaga kerja tidak langsung.
Sebagai kelompok usaha nasional dengan modal terbesar, ETO didirikan pada tahun 2000 pasca kemerdekaan, dengan visi menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan terpadu dan berkelanjutan.

Nilton menegaskan bahwa melalui proyek industri ini, ETO memiliki misi untuk menciptakan lapangan kerja langsung dan tidak langsung bagi masyarakat Timor-Leste, sekaligus mendukung pembangunan negara baik di tingkat lokal maupun nasional, serta membangun jaringan kerja sama untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan berkelanjutan.
Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap pengembangan proyek ini, mengingat Timor-Leste sebagai anggota baru ASEAN perlu mempersiapkan diri untuk bersaing dengan negara anggota lainnya di berbagai sektor industri.
Kawasan Industri Manatuto dinilai sebagai respons konkret ETO terhadap tantangan tersebut, dengan fokus pada diversifikasi produksi dan pembentukan jaringan kerja sama yang memungkinkan masyarakat lokal berpartisipasi dalam pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pabrik produksi kotak kemasan diharapkan memberikan berbagai manfaat bagi ekonomi lokal, industri, serta lingkungan melalui penggunaan material berkelanjutan. Selain itu, keberadaannya akan membuka peluang kerja dan mendukung industri lain dengan menekan biaya impor.
Pabrik produksi struktur logam H-Beam akan membuka peluang bagi generasi muda untuk mempelajari teknologi modern, khususnya di bidang industri logam dan mekanika. Sementara itu, pabrik pengolahan sarden kalengan dinilai penting bagi pengembangan ekonomi lokal dan nelayan, serta berkontribusi pada Program Makanan Tambahan Sekolah (PME) guna meningkatkan gizi dan perkembangan anak-anak, mengingat kandungan Omega-3 dan Vitamin B12 pada sarden.
Pabrik rumah potong hewan dan industri pengolahan daging juga memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor peternakan dan penguatan ekonomi domestik.

“Pengolahan modern akan memastikan daging yang dikonsumsi bersih, sehat, dan bebas penyakit melalui kontrol kualitas yang ketat,” jelasnya.
Sementara itu, pabrik pengolahan beras memiliki peran penting dalam menjamin swasembada pangan serta memperkuat ekonomi pedesaan, dengan memberikan jaminan pasar bagi hasil produksi petani sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
Ketua Otoritas Kotamadya Manatuto, Luís Fernandes, menyatakan bahwa investasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam meningkatkan pembangunan di Manatuto, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mengurangi masalah sosial seperti pengangguran di kalangan pemuda.
“Kami yakin bahwa dengan kehadiran pabrik-pabrik ini, Munisipalitas Manatuto menunjukkan kapasitasnya dalam menghadapi tantangan ke depan. Kemajuan ekonomi dan lapangan kerja akan memberikan sinyal positif bagi masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada ETO atas pembangunan fasilitas industri tersebut di Manatuto.
Turut hadir dalam seremoni ini sejumlah anggota pemerintah, pimpinan otoritas munisipal, sektor swasta, serta perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, dan pihak terkait lainnya.
Reporter: Arminda Fonseca (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor: Armandina Moniz
