KBRI Dili gelar halalbihalal, Dubes Okto sampaikan perpisahan di Lebaran terakhir

DILI, 20 Maret 2026 (TATOLI)— Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Dili menggelar kegiatan Halalbihalal dan Open House Idul Fitri 1447 Hijriah yang dihadiri ratusan warga negara Indonesia (WNI), korps diplomatik, pejabat pemerintah Timor-Leste, serta tokoh agama, dalam suasana penuh kebersamaan dan haru.
Dalam pidatonya, Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri sekaligus permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Indonesia di Timor-Leste.
“Merupakan sukacita besar bagi kita semua dapat berkumpul pada hari kemenangan ini. Atas nama pribadi, keluarga, dan KBRI, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Dubes RI.
Ia mengungkapkan bahwa Lebaran tahun ini memiliki makna khusus, karena menjadi perayaan terakhirnya selama bertugas di Timor-Leste. Dalam beberapa hari ke depan, dirinya akan kembali ke Indonesia sebelum melanjutkan penugasan baru di Papua Nugini.
“Kami akan secara resmi berpamitan pada tanggal 30, dan pada tanggal 01 April kembali ke Indonesia. Ini merupakan Lebaran kelima sekaligus terakhir saya di sini,” katanya.
Dubes Okto juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dan doa dari seluruh WNI selama masa tugasnya. Ia menegaskan pentingnya menjaga solidaritas, terutama di tengah situasi global yang tidak menentu.
Ia menyoroti konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya di Israel dan Iran, yang menurutnya telah menimbulkan lebih dari 2.000 korban jiwa dan berdampak luas terhadap kondisi global, termasuk lonjakan harga minyak dunia.
“Dampak konflik ini berpengaruh secara global, termasuk kenaikan harga minyak yang mencapai lebih dari 100 hingga 130 dolar per barel, yang tentunya berdampak pada harga kebutuhan pokok,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh WNI untuk memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan, serta mendoakan masyarakat Indonesia yang tengah menghadapi bencana di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Lebih lanjut, Dubes RI mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di antara WNI di Timor-Leste serta membangun hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.
“Kita hidup di wilayah yang sama, sehingga perlu saling membantu. Ketika satu mengalami kesulitan, kita semua merasakan, dan ketika satu bahagia, kita pun turut bahagia,” tuturnya.
Ia juga mengimbau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan para pengusaha Indonesia untuk memberikan perhatian kepada WNI di Timor-Leste. Saat ini, jumlah WNI di negara tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 ribu orang, meski sebagian telah kembali ke Indonesia untuk merayakan Lebaran.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ustaz Julio Muhammad menyampaikan apresiasi kepada Dubes RI beserta jajaran KBRI atas kontribusi dan kebersamaan selama lima tahun terakhir.
“Kami tentu merasa sedih dengan perpisahan ini. Namun, kami berharap beliau dapat terus memberikan yang terbaik di tempat tugas yang baru,” ujarnya.
Di sisi lain, salah satu WNI di Timor-Leste, Tari Lestari, mengungkapkan harapannya agar situasi di Timur Tengah semakin kondusif.
“Saya berharap semuanya bisa menjadi lebih baik, dan konflik-konflik bisa mereda sehingga kita semua bisa hidup damai,” katanya.
Tari yang telah tinggal selama dua tahun di Timor-Leste mengaku menjalani pengalaman berbeda selama bulan Ramadan sebagai minoritas. Ia menilai adaptasi menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam menjalankan ibadah puasa di lingkungan yang tidak seluruhnya merayakan.
Kegiatan Halalbihalal tersebut turut dihadiri oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, Wakil Menteri Luar Negeri Timor-Leste, Jesuina Gomes serta perwakilan dari berbagai kedutaan besar dan pelaku usaha Indonesia di Timor-Leste.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi momentum perpisahan yang berkesan bagi Dubes RI yang telah menyelesaikan masa tugasnya di Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
