Konflik Timur Tengah, Pemerintah–Sektor Swasta koordinasi jaga stabilitas harga kebutuhan pokok  

Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 16 Maret 2026 (TATOLI)— Pemerintah bersama sektor swasta melakukan koordinasi untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Timor-Leste menyusul dampak konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikkan harga minyak dunia dan berpotensi memengaruhi perekonomian global.

Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira, mengatakan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak terhadap ekonomi internasional, termasuk kenaikkan harga minyak yang dapat berpengaruh pada harga barang kebutuhan dasar.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hingga saat ini harga kebutuhan pokok di Timor-Leste masih relatif stabil.

“Kita mengetahui bahwa konflik di Timur Tengah memberikan dampak terhadap ekonomi global, termasuk kenaikan harga minyak. Namun hingga saat ini tim kami terus melakukan pemantauan di lapangan dan belum menemukan perubahan harga pada barang kebutuhan dasar, yang masih berada pada kondisi normal,” ujar Menteri Filipus dalam wawancara terkait dampak konflik di Timur Tengah terhadap ekonomi dalam negeri, di kantor MCI, Senin ini.

Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui tim teknis terus melakukan pemantauan langsung di pasar serta berkoordinasi dengan para distributor untuk memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok.

Menurutnya, para distributor juga telah memberikan jaminan bahwa stok barang masih tersedia dan harga tetap normal di pasaran.

Pemerintah, lanjutnya, juga telah menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga apabila situasi global semakin memengaruhi pasar domestik.

“Jika terdeteksi adanya kenaikan harga, pemerintah memiliki mekanisme untuk melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, guna memastikan masyarakat tidak panik dan tetap mendapatkan informasi resmi dari pemerintah,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa dampak konflik tersebut tidak hanya dirasakan oleh Timor-Leste, tetapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Karena itu, ia berharap para pemimpin dunia dapat mencari solusi guna mengurangi dampak konflik terhadap perekonomian global.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Timor-Leste (CCI-TL), Jorge Manuel Serrano, mengatakan bahwa situasi konflik global juga menjadi pengingat bagi Timor-Leste untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri.

Ia mengakui bahwa saat ini sebagian besar kebutuhan pangan di Timor-Leste masih bergantung pada impor.

“Kita mengetahui bahwa sebagian besar barang kebutuhan masih diimpor. Karena itu, kita perlu meningkatkan produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada barang impor,” ujarnya.

Jorge Serrano menambahkan bahwa dalam situasi apa pun masyarakat tetap membutuhkan pangan sehingga pemerintah dan sektor swasta perlu terus bekerja sama untuk menjaga ketersediaan bahan pangan di dalam negeri.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah memiliki strategi untuk menjamin ketahanan pangan nasional.

“Konflik ini memberikan dampak besar bagi dunia, termasuk kenaikkan harga minyak dan berbagai barang. Namun saya percaya pemerintah memiliki berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi serta memastikan keamanan pangan di Timor-Leste,” katanya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor   : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored