Masyarakat kwatir koin 200 centavos palsu beredar, BCTL minta masyarakat tetap gunakan  

Foto Francisco Sony

DILI, 13 Maret 2026 (TATOLI) – Sejalan dengan kekhawatiran masyarakat terhadap peredaran koin 200 centavos  palsu, Bank Sentral Timor-Leste (BCTL) mengimbau warga dan pedagang di Dili untuk tetap menggunakan mata uang resmi tersebut, sekaligus menegaskan bahwa mayoritas koin yang beredar adalah asli dan sah secara hukum.

Sejumlah toko dan kios di Dili mulai menolak menerima transaksi menggunakan koin 200 centavos  setelah BCTL dan Polísia Nasionál Timor-Leste (PNTL) pekan lalu mengumumkan adanya peredaran uang palsu.

Pantauan wartawan TATOLI menunjukkan bahwa toko-toko yang menolak koin tersebut mayoritas berada di Dili termasuk beberapa kios milik warga Tiongkok dan kios kecil milik warga Timor-Leste.

Pemilik toko Gianesa, Sónia da Conceição, menjelaskan bahwa pihaknya memutuskan sementara tidak menerima koin 200 centavos  karena khawatir menerima uang palsu.

“Kami mengikuti informasi dari BCTL tentang perbedaan antara uang asli dan palsu. Namun kami tetap tidak menerima koin karena sulit mengidentifikasi, terutama saat ada pembeli datang malam hari,” ujar Sónia.

Ia menambahkan keputusan ini bersifat sementara hingga pihak berwenang menyelesaikan masalah peredaran koin palsu.

Hal senada disampaikan pemilik kios Jacinta Exposto, yang juga menolak menerima koin 200 centavos  sejak mendengar informasi adanya uang palsu.

Sementara itu, warga Laurida de Jesus menyatakan kecewa karena meski membawa koin asli, toko-toko menolak menerimanya.

“Kami jadi bingung apakah uang ini masih memiliki nilai atau tidak,” kata Laurida.

Sebelumnya, Manajer Operasi Mata Uang BCTL, António Espírito Santo, menjelaskan bahwa pihak bank pertama kali mendeteksi koin palsu pada 27 Februari 2026 saat layanan perbankan, ketika nasabah menyetorkan uang ke bank.

Jumlah pasti koin palsu yang beredar masih dalam proses identifikasi, namun BCTL menekankan perlunya masyarakat tetap waspada.

BCTL menghimbau masyarakat untuk memeriksa koin 200 centavos seri 2017 saat melakukan transaksi jual beli, dan tidak mengedarkan koin yang dicurigai palsu.

“Gunakan koin denominasi 1c, 5c, 10c, 25c, 50c, 100c, dan 200c, dan percayakan identifikasi uang palsu kepada otoritas berwenang,” imbau BCTL.

Selain itu, BCTL bersama Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) meminta masyarakat tidak panik dan tetap menggunakan koin 200 centavos.

Wakil Gubernur BCTL, Sara Lobo Brites, menegaskan bahwa koin 200 centavos ang diterbitkan BCTL adalah sah dan harus terus beredar.

“Tidak ada alasan untuk menolak koin 200 centavos  karena mayoritas yang beredar adalah asli. Penolakan yang dilakukan sebagian pedagang justru dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat,” ujar Sara dalam konferensi pers di Dili, Jumat (13/03).

BCTL menjelaskan bahwa koin asli memiliki kualitas logam yang baik, permukaan halus, desain gunung dan kerbau yang jelas, serta tulisan “República Democrática de Timor-Leste” dengan aksen yang tepat. Sementara koin palsu cenderung kasar, detail gambar kurang jelas, dan tulisan tidak tajam.

Untuk memperkuat kepercayaan publik, BCTL dan MKI akan melakukan sosialisasi kepada pemilik toko, kios, pedagang, dan masyarakat mengenai cara mengenali koin asli dan palsu, serta menjelaskan pentingnya terus menggunakan mata uang nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan MKI, Elias de Jesus Fátima, menambahkan bahwa sosialisasi akan menjangkau seluruh wilayah hingga perbatasan.

BCTL menekankan, meski koin palsu telah beredar, masyarakat diimbau untuk tetap menggunakan koin 200 centavos  asli dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk membantu penegakan hukum dan mengidentifikasi pelaku peredaran uang palsu.

Dengan langkah ini, BCTL berharap kepercayaan publik terhadap mata uang Timor-Leste tetap terjaga, sementara tindakan preventif dilakukan untuk mencegah peredaran koin palsu lebih luas.

Reporter: Cidalia Fátima

Editor: Armandina Moniz

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored