Pasokan BBM Timor – Leste stabil hingga dua bulan di tengah gejolak harga global

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro. Foto Tatoli/Francisco Sony

DILI, 18 Maret 2026 (TATOLI)—Pemerintah melalui Kementerian Perminyakan dan Sumber Daya Mineral (MPRM) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional tetap aman dan stabil setidaknya untuk dua bulan ke depan, meskipun terjadi lonjakan harga minyak dunia akibat dinamika geopolitik global.

“Keamanan pasokan BBM masih terjamin dan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam dua bulan ke depan,” ujar Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro dalam konferensi pers di kantor MPRM, Farol Dili.

Ia menjelaskan bahwa kenaikkan harga BBM yang mulai dirasakan saat ini merupakan dampak langsung dari mekanisme pasar bebas yang dianut Timor-Leste, di mana harga domestik mengikuti tren global, khususnya pergerakan harga minyak mentah dan gas.

Berdasarkan data dari Trading Economics, harga minyak mentah global menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Harga crude oil bahkan sempat melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel pada Maret 2026, dengan kenaikan lebih dari 60 persen dalam satu bulan terakhir akibat ketegangan geopolitik.

Minyak mentah merupakan komoditas energi utama yang menjadi penopang aktivitas ekonomi global, dengan harga yang sangat dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan pasokan dunia.

Dua acuan utama yang digunakan dalam perdagangan internasional adalah Brent (untuk pasar Eropa, Afrika, dan Timur Tengah) dan West Texas Intermediate (WTI) untuk Amerika Serikat. Harga minyak bersifat sangat fluktuatif karena sensitif terhadap berbagai faktor, seperti kebijakan produksi negara-negara OPEC+, tingkat konsumsi global, cadangan minyak, serta kondisi geopolitik.

Per 18 Maret 2026, harga minyak mentah berada di kisaran sekitar 93,95 dolar AS per barel, setelah mengalami kenaikan tajam lebih dari 40% dalam sebulan terakhir, mencerminkan tekanan pasar yang signifikan .

Kenaikan harga tersebut terutama dipicu oleh ketegangan geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah yang mengganggu jalur distribusi utama seperti Selat Hormuz, jalur yang biasanya dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Gangguan ini menyebabkan berkurangnya pasokan global dan mendorong lonjakan harga hingga mendekati atau bahkan melampaui 100 dolar AS per barel dalam beberapa periode.

Selain itu, faktor lain seperti peningkatan permintaan energi pasca pemulihan ekonomi, keterbatasan kapasitas produksi, serta kebijakan pemangkasan atau peningkatan produksi oleh negara produsen turut memperkuat volatilitas harga.

Menteri Francisco menambahkan bahwa meskipun harga global tidak berada dalam kendali pemerintah, berbagai langkah telah disiapkan untuk meminimalkan dampaknya terhadap ekonomi nasional.

Pemerintah telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk Otoritas Nasional Perminyakan (ANP), Timor GAP, serta perusahaan importir seperti Pertamina Internasional dan ETO, guna memastikan stabilitas pasokan dan kesiapan menghadapi potensi gangguan lanjutan.

“Jika terjadi kenaikkan harga yang signifikan, pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat dan perekonomian,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikkan harga BBM adalah hal yang wajar. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa situasi masih terkendali dan tidak memerlukan kepanikan berlebihan.

Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan lanjutan untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka pendek, sembari terus memantau perkembangan pasar global yang sangat dinamis.

Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah juga mempercepat pengembangan infrastruktur energi, termasuk proyek Suai Supply Base yang dirancang untuk memperkuat kapasitas penyimpanan BBM nasional.

“Ke depan, kita tidak hanya fokus pada impor, tetapi juga pada pembangunan fasilitas penyimpanan agar ketahanan energi nasional semakin kuat,” pungkasnya

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored