Pemerintah setujui anggaran US$13,7 juta untuk proyek rehabilitasi terminal AIPNL

DILI, 25 Maret 2026 (TATOLI) — Dewan Menteri menyetujui pengeluaran anggaran sebesar US$13.786.887,95 untuk proyek rehabilitasi terminal Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL), sebagai bagian dari kontribusi yang ditanggung oleh Timor-Leste.
Keputusan ini diambil berdasarkan proyek yang dipresentasikan oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu. Dimana, Proyek tersebut merupakan kerja sama pembiayaan bersama dengan Pemerintah Jepang.
“Rehabilitasi terminal AIPNL menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur transportasi udara nasional, seiring dengan rencana pengembangan bandara secara menyeluruh,” demikian hasil laporan rapat Dewan Menteri yang diakses Tatoli dari Laman Pemerintah, Rabu ini.
Berita terkait : Perusahaan Waskita Karya mulai proyek landasan pacu Bandara Internasional AIPNL
Menteri Miguel memastikan bahwa kontrak pembangunan terminal penumpang AIPNL telah ditandatangani di Jepang pada pertengahan Februari 2026.
Sebelumnya, pada 03 Februari 2025, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) bersama konsorsium konsultan bandara asal Jepang telah menandatangani kontrak jasa konsultasi Proyek Perbaikan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL), Comoro.
Kontrak tersebut bertujuan untuk menyelesaikan desain akhir terminal penumpang yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), sebelum diserahkan kepada Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Jenderal MTK, Constantino F. Soares, bersama Team Leader konsorsium konsultan bandara Jepang yang terdiri dari Ehira Architects and Engineers, Inc., Oriental Consultants Global Co., Ltd., dan Nippon Koei Co., Ltd.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste saat itu, Tetsuya Kimura, serta Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, di kantor MTC.
Diketahui, pada 09 Februari 2023, Kementerian Keuangan Timor-Leste dan JICA secara resmi menandatangani dukungan pendanaan sebesar 4,9 miliar yen atau sekitar USD$37,5 juta dari Pemerintah Jepang untuk pembangunan gedung terminal penumpang AIPNL.
Pembangunan terminal AIPNL merupakan bagian dari Proyek AIPNL yang terbagi dalam sejumlah subproyek. Perusahaan Waskita Karya bertanggung jawab atas perluasan landasan pacu dengan total anggaran sebesar USD$72,5 juta, sementara PT Amtyhas fokus pada manajemen proyek dengan anggaran sebesar USD$6,28 juta.
Berita terkait : Bangun terminal AIPNL, Pemerintah tandatangani kontrak dengan perusahaan Jepang
Adapun perusahaan asal Jepang akan membangun terminal penumpang dengan total anggaran sebesar USD$385,62 juta yang dialokasikan oleh Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah Jepang.
Pemerintah Timor-Leste di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Xanana Gusmão juga telah sepakat dengan International Finance Corporation (IFC) dan Bank Dunia untuk merevisi kembali proyek pembangunan AIPNL.
Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste juga telah memperoleh pinjaman sebesar USD$135 juta dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk meningkatkan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu, taxiway, apron, sistem penerangan penerbangan, menara kontrol lalu lintas udara, serta gedung administrasi.
Selain itu, pemerintah juga menandatangani perjanjian pinjaman senilai USD$45 juta dan perjanjian hibah sebesar USD$28,36 juta dari Pemerintah Australia melalui Australian Infrastructure Financing Facility for the Pacific (AIFFP) untuk pengembangan access road dan car park, fasilitas pemeliharaan, kargo, layanan kesehatan, gedung pemadam kebakaran, depo bahan bakar, pagar perimeter, serta Jembatan Beto Tasi.
Pemerintah Timor-Leste turut mengalokasikan dana sebesar 52 juta dolar AS melalui Dana Infrastruktur untuk membiayai pemukiman kembali keluarga terdampak serta pembangunan fasilitas konstruksi sipil lainnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
