Pemerintah siap batalkan investasi Pelican Paradise di Tibar  

Logo Pelican Paradise. Foto TATOLI/Egas Cristovão

DILI, 23 Maret 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Koordinator Urusan Ekonomi (MCAE) siap akan membatalkan investasi Pelican Paradise yang direncanakan dibangun di Tibar Liquiça, belakang João Paulo II Tasi-Tolu.

Keputusan ini disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Ekonomi serta Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuadi Lay, saat berdiskusi dengan sektor swasta pada sesi peluncuran Laporan Kinerja Ekonomi TTimor-Leste 2025 di Pusat Konvensi Dili, senin ini.

“Mengenai Pelican Paradise, Pemerintah juga menyadari hal ini. Saya dan Menteri Kehakiman (Sergio Hornai) telah berbicara dan melalui koordinasi dan kami telah melihat banyak hal bersama,” ungkap Francisco Kalbuadi Lay.

Ia menegaskan bahwa Pelican Paradise sebelumnya berkomitmen untuk mewujudkan mimpi tersebut api belum melakukan apapun setelah 15 tahun lamanya di Timor-Leste.

“Maka kami berencana akan membatalkannya. Ini adalah sebuah keputusan dan saya telah meminta arahan dari Perdana Menteri, dan beliau telah menyetujuinya,” tegasnya.

Menanggapi hal ini Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão hanya menanggapi singkat, “Benar (Loos).”

Sebelumnya, pada 4 Juni 2025, Menteri Perencanaan Investasi Strategis, Gastão Sousa menyatakan proyek tersebut berjalan sangat lambat. Pemerintah masih membahas langkah yang akan diambil, termasuk mempertimbangkan kontrak yang sudah ditandatangani dan koordinasi antar kementerian terkait.

“Listrik dan air untuk proyek sudah kami siapkan, namun proyek berjalan lambat. Kami membentuk kelompok antar kementerian, termasuk Kehakiman, Keuangan, Pekerjaan Umum, Perencanaan Investasi Strategis, dan Sekretaris Negara untuk Tanah dan Properti untuk memutuskan kelanjutan proyek,” tambah Gastão Sousa.

Pelican Paradise sendiri sejak Januari 2025 meminta dukungan pemerintah berupa setoran $180 juta dengan bunga 4% per tahun untuk menjamin penyediaan air, listrik, dan izin konstruksi sesuai perjanjian investasi khusus (Special Investment Agreement – SIA) yang disepakati sejak 2022.

Dimana waktu itu, Direktur Samuel Ong menekankan, “Tanpa akses air dan listrik, proyek kami tidak dapat berjalan, termasuk pembangunan Show Unit Galeri di bukit Tibar.”

Perusahaan ini menegaskan tidak mencari pendanaan tambahan dari pemerintah karena telah memiliki mitra pendanaan senilai $825 juta yang siap digunakan. Kendala utama tetap pada infrastruktur dan dukungan administratif dari otoritas terkait.

Pelican Paradise menandatangani SIA pada Januari 2022, yang memuat tanggung jawab pemerintah terkait lahan, sistem air bersih, dan instalasi listrik. Meski BTL telah menyelesaikan pengeboran air dan EDTL memasang trafo, kapasitas listrik masih belum memadai untuk kebutuhan proyek. Batu pertama proyek telah diletakkan pada November 2022 oleh Presiden José Ramos Horta, didampingi mantan perdana menteri dan pejabat tinggi lainnya.

Investasi Pelican Paradise awalnya terdiri dari tiga proyek: Pelican Ahava, Unip. Lda ($90 juta), Pelican Elior, Unip. Lda ($110 juta), dan Pelican Adara Reserve ($1 juta), yang telah menerima sertifikat Declaration of Benefit.

Keputusan pembatalan ini menandai berakhirnya rencana investasi besar di Tibar, setelah lebih dari satu dekade perencanaan dan persiapan yang tertunda.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored