Pemerintah tetapkan tema Pertemuan Menteri Pendidikan CPLP di Dili

DILI, 18 Maret 2026 (TATOLI) — Dewan Menteri menyetujui tema pertemuan Menteri Pendidikan CPLP (Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis) yaitu “Pendidikan, nilai-nilai demokrasi dan partisipasi sipil: jalan menuju penguatan masyarakat CPLP”. Pertemuan tersebut diadakan di Dili, pada 07 Mei 2026 ini.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan usulan Menteri Pendidikan, Dulce de Jesus Soares, dalam rapat Dewan Menteri, pada Rabu ini.
Pertemuan Menteri Pendidikan CPLP merupakan wadah koordinasi antarnegara anggota untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, menyelaraskan posisi dalam forum internasional, serta memantau pelaksanaan berbagai inisiatif bersama di sektor pendidikan
Sebelumnya, Pertemuan Menteri Pendidikan CPLP ke-13 (XIII RME) telah berlangsung pada 13 Juni 2025 di São Tomé dan Príncipe. Pertemuan tersebut berfokus pada penguatan kerja sama pendidikan di bawah kepemimpinan negara tersebut.
Dalam pertemuan itu, para menteri menyepakati Rencana Aksi Kerja Sama Multilateral di Bidang Pendidikan atau Plano de Ação de Cooperação Multilateral em Educação 2025–2026 (PACE), yang bertujuan memobilisasi dukungan dari mitra internasional dan pengamat asosiasi guna memperkuat sistem pendidikan di negara-negara anggota CPLP
Pertemuan tersebut juga didahului oleh Forum Internacional CPLP tentang kerja sama pendidikan yang digelar pada 11 Juni 2025.
Sementara itu, pada pertemuan sebelumnya, yakni RME CPLP ke-12 yang digelar pada 31 Mei 2023 di Luanda, Angola, para menteri mengangkat tema “Pendidikan sebagai pilar pembangunan berkelanjutan” dan menghasilkan Deklarasi Luanda, yang menekankan pentingnya kemitraan dengan organisasi internasional untuk memperkuat kapasitas institusi pendidikan.
Timor-Leste saat ini memegang peran strategis dalam CPLP sebagai Presidensi Pro Tempore periode 2026–2027, dengan mengusung tema “Konsolidasi Negara Hukum Demokratis dan Tantangan CPLP”.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Timor-Leste menetapkan sejumlah prioritas yang selaras dengan agenda CPLP, antara lain peninjauan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, penguatan pendidikan inklusif, serta promosi bahasa resmi Portugis dan Tetum.
Selain itu, kerja sama pendidikan juga terus diperkuat, termasuk melalui program pengiriman tenaga pengajar dari Portugal. Pada 2026, tercatat sebanyak 145 guru asal Portugal mengajar di Timor-Leste melalui program pusat pembelajaran dan pelatihan sekolah.
Pertemuan Menteri Pendidikan CPLP sendiri diikuti oleh sembilan negara anggota, yakni Angola, Brasil, Cabo Verde, Guinea-Bissau, Guinea Khatulistiwa, Mozambik, Portugal, São Tomé dan Príncipe, serta Timor-Leste.
Melalui pertemuan yang akan digelar di Dili, Pemerintah berharap dapat memperkuat sinergi antarnegara anggota CPLP dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada nilai-nilai demokrasi serta partisipasi masyarakat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
