Pertemuan Meja Bundar Menteri G77, SEI Elvina soroti komitmen TL memberdayakan perempuan

DILI, 10 Maret 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretaris Negara untuk Kesetaraan (SEI), Elvina de Sousa Carvalho dalam Pertemuan Meja Bundar Menteri G77 dan Mitra Baru menyoroti komitmen kuat Timor-Leste untuk memajukan kesetaraan gender dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan sebagai landasan pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan demokrasi.
Pernyataan SEI Elvina itu disampaikan dalam Pertemuan Meja Bundar Menteri G77 (Group seven-seven) dan Mitra Baru dengan tema “Jalur untuk Mempercepat Pembiayaan Berkelanjutan untuk Kesetaraan Gender bagi Semua Perempuan dan Anak Perempuan”, yang diadakan di sela-sela Sesi ke-70 Komisi tentang Status Perempuan (CSW70 – Commission on the Status of Women), di New York, Senin (09/03).
Dalam laman resmi Permanent Mission of Timor-Leste to the United Nations in New York, yang diakses Tatoli, disebutkan bahwa Pertemuan Meja Bundar Menteri G77 dan Mitra Baru diselenggatakan Pemerintah Timor-Leste bersama Brasil, Kazakhstan, Maladewa, Uruguay bersama dengan UN Women.
SEI Elvina Carvalho menjelaskan, sejalan dengan Agenda Aksi Beijing+30, Timor-Leste menekankan pendekatan pembangunan yang berpusat pada perempuan yang menempatkan perempuan dan anak perempuan sebagai inti dari kemajuan nasional. Dimana, pembiayaan berkelanjutan untuk kesetaraan gender bukan hanya masalah anggaran tetapi juga komitmen politik untuk berinvestasi dalam perubahan yang berarti bagi kehidupan perempuan.
Berita terkait : Timor – Leste soroti komitmen kesetaraan gender di konferensi Beijing+30 Review

Jadi, Timor-Leste telah menunjukkan komitmen ini melalui alokasi keuangan yang signifikan yang diarahkan pada komitmen gender utama dan penting, termasuk program-program yang menangani kekerasan berbasis gender, partisipasi perempuan, akses pendidikan, dan kerangka kerja kesetaraan gender nasional.
Terlepas dari kemajuan ini, Timor-Leste masih menghadapi tantangan struktural seperti pendapatan domestik yang terbatas dan kerentanan terhadap guncangan ekonomi dan iklim.
Dikatakan, untuk mempercepat pembiayaan berkelanjutan bagi kesetaraan gender, Timor-Leste memperkuat penganggaran yang responsif gender, meningkatkan kemitraan internasional, dan mempromosikan pembiayaan inovatif dengan keterlibatan sektor swasta dan masyarakat sipil.
Inisiatif terbaru mencakup peluncuran Rencana Aksi Nasional tentang Perempuan, Perdamaian dan Keamanan (2024–2028), implementasi reformasi penganggaran yang responsif gender, pengenalan Stempel Kesetaraan Gender untuk lembaga publik, dan memajukan kebijakan tentang pekerjaan perawatan dan data yang terpilah berdasarkan gender untuk memandu kebijakan dan investasi yang lebih efektif di masa depan.
Untuk diketahui bahwa, Memberdayakan Perempuan adalah proses meningkatkan kemampuan, kepercayaan diri, dan akses perempuan terhadap sumber daya ekonomi, pendidikan, politik, dan sosial. Tujuannya adalah menciptakan kesetaraan gender, mengurangi kemiskinan, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pengambilan keputusan dan pembangunan berkelanjutan.
Sementara itu, Pertemuan Meja Bundar Menteri G77 dan Mitra-Mitra Baru adalah forum tingkat tinggi yang mempertemukan negara-negara berkembang dan mitra-mitra utama untuk membahas strategi pembangunan ekonomi, pembiayaan berkelanjutan, dan isu-isu sosial. Pertemuan tahun 2026 (CSW70) berfokus pada percepatan pembiayaan berkelanjutan untuk kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan penguatan sistem keuangan.
Berita terkait : SEI Elvina Carvalho wakili Timor-Leste di Sidang tahunan PBB tentang CSW
TATOLI
