Pimpin ASEAN di 2029, MNEC Bendito : Timor – Leste butuh struktur administrasi yang baik

Presiden Republik, Jose Ramos Horta berbicara kepada media didampingi Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, Bendito dos Santos Freitas, Wakil Menteri, Jesuína Maria Ferreira Gomes usai acara pelantikan yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (05/03). Foto TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 05 Maret 2026 (TATOLI) – Menteri Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Bendito dos Santos Freitas, mengatakan Timor-Leste membutuhkan struktur administrasi yang baik dengan orang-orang yang memiliki kapasitas untuk layanan teknis.

Hal tersebut dikatakan Menteri Bendito terkait acara pelantikan Jesuína Maria Ferreira Gomes sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama oleh Presiden Republik, José Ramos-Horta di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili, Kamis (05/03) ini.

Dimana, pengangkatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama melalui Keputusan Presiden nomor 20/2026, tertanggal 4 Maret, paragraf h) pasal 86 Konstitusi Republik Demokratik Timor-Leste, yang diusulkan oleh Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.

Untuk itu, kata Menteri Bendito, pengangkatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama itu sangat penting mengingat pada tahun 2029 Timor-Leste akan memimpin atau menjadi tuan rumah Keketuaan ASEAN dan saat ini Timor-Leste sedang menduduki posisi  Presiden Sementara CPLP (Komunitas negara-negara berbahasa Portugis).

Oleh karena itu, katanya, ia meminta Presiden Republik, José Ramos-Horta, untuk menunjuk Jesuína Maria Ferereira Gomes sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama (MNEC).

Berita terkait : Jesuina Gomes resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerjasama

“Saat ini kita memimpin Kepresidenan CPLP, dan pada tahun 2029 kita akan menjadi tuan rumah ASEAN. Jadi kita membutuhkan struktur administrasi dengan orang-orang yang memiliki kapasitas untuk mengurus layanan teknis, sehingga Wakil Menteri Luar Negeri akan fokus pada bagaimana mengurus administrasi, manajemen keuangan, dan politik,” kata Menteri Bendito dalam keterangannya kepada media usai acara pelantikan di Istana Kepresidenan, Nicolau Lobato Dili, Kamis ini.

Dalam keterangan kepada media itu, Menteri Bendito yang didampingi  Wakil Menteri Luar Negeri Jesuína Gomes, mengatakan Kementerian Luar Negeri  membutuhkan Wakil Menteri  untuk mengonsolidasikan layanan administrasi dan reformasi kelembagaan.

“Kita harus memiliki konsep bahwa Kementerian Luar Negeri harus menjadi kementerian yang ideal, harus berkinerja baik, profesional, bermartabat, dan kredibel. Saya memberikan referensi bahwa, ketika saya bertemu dengan Menteri Luar Negeri Singapura, beliau mengatakan, Kementerian Luar Negeri Timor-Leste tidak boleh melakukan kesalahan kecil, ini karena kita membutuhkan layanan administrasi yang baik dan membutuhkan seorang Wakil Menteri untuk mendukung kerja Menteri,”  katanya.

Dilanjutkan bahwa, meskipun sudah ada Wakil Menteri  yang bertanggung jawab atas urusan ASEAN, dimana beliau juga bekerja sangat keras karena ASEAN mengadakan pertemuan lebih dari 1000 kali dalam setahun. Jadi kita membutuhkan orang lain yaitu Wakil Menteri Luar Negeri dan hari ini telah dilantik dengan keyakinan bahwa di masa depan kita akan bekerja sama dengan baik,” kata Menteri Bendito.

Ia menambahkan, seringkali banyak agenda multilateral di luar negeri, Menteri sendiri dan Wakil Menteri Urusan ASEAN juga terlibat, tidak ada struktur maksimal di Kementerian, sehingga Menteri sendiri mengusulkan kepada Perdana Menteri dan meminta Presiden Republik untuk menyetujui pengangkatan Jesuína Gomes pada tahun 2026-2028 sebagai Wakil Menteri MNEC.

Selama upacara pelantikan, Wakil Menteri Jesuína Gomes, menegaskan kembali komitmennya untuk bersumpah di hadapan Tuhan, rakyat, dan dirinya sendiri bahwa ia hanya akan melayani rakyat dan negara.

“Saya, Jesuína Maria Fereira Gomes, bersumpah demi Tuhan, demi rakyat, demi diri saya sendiri, untuk memenuhi dan setia pada fungsi yang diberikan, untuk memenuhi dan hanya patuh pada Konstitusi dan Undang-Undang, serta mendedikasikan energi dan kemampuan saya untuk semua pelayanan,” kata Jesuína dalam sumpahnya saat dilantik oleh Presiden Ramos-Horta.

Untuk diketahui bahwa, pembentukan jabatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama merupakan hasil dari amandemen kedua terhadap undang-undang organik Pemerintah Konstitusional IX, yang disetujui oleh Dewan Menteri (KM) pada rapatnya tanggal 04 Maret, melalui Keputusan-Undang-Undang nomor 11/2026.

Diploma ini mengatur tentang adanya jabatan Wakil Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama dalam susunan Pemerintah, dengan tanggung jawab untuk menggantikan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama apabila beliau berhalangan hadir atau ada kendala, serta membantu Menteri dalam  menjalankan fungsi politik, administratif, dan keuangan dalam melaksanakan kebijakan luar negeri negara, untuk memastikan kesatuan dan koherensinya.

Perlu diingat bahwa, Struktur administrasi yang baik adalah pengorganisasian peran, tanggung jawab, dan jalur komunikasi yang jelas untuk memastikan efisiensi, produktivitas, serta pencapaian suatu tujuan. Strukturnya ditandai dengan pembagian kerja yang spesifik, hierarki yang rapi, dan sistem yang mengurangi kesalahan.

Reporter  : Hortencio Sanchez (Penerjemah : Armandina Moniz)

Editor       : Cancio Ximenes

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored