Presiden Republik lantik Natalia Carrascalão sebagai Kepala Misi Perwakilan Tetap TL untuk CPLP

DILI, 05 Maret 2026 (TATOLI) – Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta, melantik Maria Natalia Guterres Viegas Carrascalão Conceição Antunes sebagai Kepala Misi Tetap Republik Demokratik Timor-Leste (TL) untuk Komunitas Negara-Negara Berbahasa Portugis (CPLP) yang baru. Upacara pelantikan dilaksanakan di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Kamis (05/03) ini.
Pengangkatan Duta Besar Natalia Carrascalão berdasarkan Laman Resmi Kepresidenan Republik yang diakses bahwa acara pelantikan dilakukan sesuai dengan Keputusan Presiden No. 22/2026. Dimana, Duta Besar Natália Carrascalão menggantikan Kepala Misi Tetap Republik Demokratik Timor-Leste untuk CPLP sebelumnya, Duta Besar Laura Soares Abrantes.
Dalam acara pelantikan, Presiden Ramos-Horta menegaskan, Duta Besar Natália Carrascalão adalah salah satu diplomat paling kompeten dan dihormati di negara ini.
Dikatakan, pengetahuan Duta Besar Natália yang mendalam tentang CPLP, yang dipupuk selama bertahun-tahun pengabdian termasuk sebagai Duta Besar untuk negara-negara anggotanya, adalah apa yang dibutuhkan Timor-Leste untuk memperdalam hubungan dalam komunitas penting ini.
“Kisah pribadinya yang unik, yang menghubungkan Timor-Leste dan Portugal, mewujudkan semangat CPLP. Saya tidak ragu bahwa kepemimpinannya akan memastikan suara kita didengar dengan jelas dan kita terus memperoleh kekuatan dari kemitraan kita dengan negara-negara berbahasa Portugis, yang solidaritasnya sangat penting selama perjuangan kita untuk kemerdekaan,” kata Kepala Negara.
Presiden Republik juga menggarisbawahi dukungan penting yang diterima Timor-Leste dari negara-negara CPLP selama perjuangan kemerdekaan. Meskipun Timor-Leste dianggap sebagai anggota pendiri (1996), hubungan diplomatik telah diformalkan sejak restorasi kemerdekaan pada tahun 2002. Sejak saat itu, Timor-Leste telah menandatangani sejumlah perjanjian dengan CPLP di berbagai sektor seperti peradilan, pendidikan, mobilitas, jaminan sosial, pertahanan, dan urusan parlemen. Jaringan diplomatik global CPLP juga berperan penting dalam mendukung pemilihan kandidat dari negara-negara anggota untuk posisi-posisi internasional penting.

Dikatakan, Timor-Leste telah memperoleh manfaat dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Negara ini telah berpartisipasi dalam proyek-proyek pelatihan CPLP di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan, dan masyarakat sipil.
Sebagai bukti komitmennya terhadap prinsip persaudaraan, Timor-Leste telah memberikan dukungan finansial kepada program-program CPLP di Guinea-Bissau, São Tomé dan Príncipe, serta Mozambik selama masa krisis, berkontribusi pada misi pengamatan pemilihan, dan memainkan peran aktif dalam memformalkan dimensi ekonomi organisasi tersebut.
Pengangkatan ini terjadi pada momen penting bagi negara dan organisasi tersebut. Sesuai dengan keputusan Konferensi Luar Biasa pada 16 Desember 2025, Timor-Leste secara resmi telah mengemban Kepresidenan Sementara CPLP untuk periode 2026–2027.
Negara ini akan memimpin komunitas CPLP dengan tema, “Konsolidasi Supremasi Hukum dan Demokrasi—Tantangan bagi CPLP”.
Presiden Ramos-Horta mengakhiri pidatonya dengan menegaskan kembali komitmen besar Timor-Leste untuk memperkuat hubungan diplomatik globalnya dan mendoakan kesuksesan bagi Duta Besar Natália Carrascalão dalam mandat barunya, melayani rakyat dan kepentingan Republik Demokratik Timor-Leste.
Biografi pendek Natália Carrascalão
Dikutip dari Laman Resmi Kepresidenan Republik, menyebutkan Duta Besar Natália Carrascalão memiliki lebih dari dua dekade pengalaman diplomatik dan politik yang cemerlang ke peran barunya.
Dia beralih dari posisinya sebagai Penasihat Pribadi Presiden Republik, peran yang telah diembannya dengan cemerlang sejak September 2024. Karier diplomatiknya yang luas mencakup menjabat sebagai Duta Besar Timor-Leste untuk Singapura (2020-2024), Laos (2016-2020), Portugal, Spanyol, dan Cabo Verde (2020), di mana saat itu beliau juga menjabat sebagai Duta Besar untuk CPLP.
Sebelum menjalankan misi diplomatik, ia menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Republik (2007-2009), dan menduduki berbagai posisi politik di partai PSD (Partido Social Democrata), serta menjabat di posisi tugas dalam jabatan publik.
Duta Besar Natalia Carrascalão adalah Anggota Parlemen Portugal (1999-2005) dan belajar hukum di Universitas Makau.
Kontribusi Duta Besar Natalia Carrascalão telah dihormati dengan lencana ‘Orden Timor-Leste’ dan medali penghargaan “Grande Ofisiál Orden Méritu” (Portugal).
TATOLI
