Putaran ketiga negosiasi Batas Maritim Timor-Leste dan Indonesia akan digelar di Singapura

DILI, 31 Maret 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste dan Indonesia akan melanjutkan putaran ketiga negosiasi batas maritim yang dijadwalkan berlangsung di Singapura pada April 2026, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menyelesaikan delimitasi perbatasan laut kedua negara secara damai.
Hal tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinu Manik, dalam acara perpisahan bersama wartawan di Wisma Duta Besar RI, Pantai Kelapa, menjelang berakhirnya masa tugasnya di Dili.
“Perbatasan masih dalam proses penyelesaian. Kami sudah melakukan pertemuan pertama di Yogyakarta pada Desember lalu, dan selanjutnya akan ada pertemuan di Singapura,” ujar Dubes Okto.
Ia menjelaskan bahwa pertemuan lanjutan tersebut direncanakan berlangsung pada minggu ketiga bulan depan, dengan fokus melanjutkan pembahasan yang sebelumnya telah berjalan dalam suasana positif.
Menurutnya, proses negosiasi sejauh ini menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, ditandai dengan pendekatan yang mengedepankan suasana kekeluargaan dan saling pengertian.
“Kami bersyukur pertemuan-pertemuan berjalan mulus dengan suasana keakraban dan kehangatan, bukan perdebatan yang tidak perlu. Ini yang kita harapkan, agar kedua pihak bisa maju bersama,” katanya.
Proses negosiasi batas maritim antara kedua negara telah berlangsung secara bertahap, dimulai dari putaran pertama di Dili pada Agustus 2025, yang kemudian dilanjutkan dengan putaran kedua di Yogyakarta pada 8–10 Desember 2025. Pertemuan di Yogyakarta dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, bersama delegasi kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas aspek teknis dan hukum serta menunjukkan komitmen kuat untuk mencapai solusi berdasarkan hukum internasional, khususnya prinsip UNCLOS. Hasilnya dinilai positif dengan adanya kesepahaman untuk melanjutkan dialog secara konstruktif.
Penutupan putaran kedua ditandai dengan penandatanganan notulen oleh kepala delegasi masing-masing negara serta pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan.
Selain isu perbatasan, Dubes Okto juga mengonfirmasi rencana kunjungan tokoh penting Indonesia ke Timor-Leste. Ia menyebutkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan melakukan kunjungan, meskipun waktunya masih menyesuaikan kondisi global.
Sementara itu, Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, direncanakan akan berkunjung ke Dili pada 20 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan restorasi kemerdekaan Timor-Leste.
Dubes Okto menegaskan harapannya agar hubungan kedua negara terus diperkuat, termasuk dalam mendukung keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN.
“Kita ingin Timor-Leste maju, Indonesia juga mendukung. Harapannya kita bisa berkembang bersama,” tutupnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
