Stok beras nasional jadi perhatian di tengah konflik global

Beras yang ada di dalam Gudang CLN. Foto Dokumen TATOLI/Egas Cristóvão

DILI, 10 Maret 2026 (TATOLI) – Stok beras nasional menjadi perhatian di tengah konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, karena situasi global dinilai dapat memengaruhi ketahanan pangan Timor-Leste.

Ketua Pusat Logistik Nasional (CLN), António de Araújo Soares, mengatakan saat ini gudang sementara CLN memiliki sekitar 1.200 ton beras dan sekitar 1.500 ton gabah.

Ia menjelaskan bahwa situasi global tersebut perlu menjadi perhatian serius dan harus segera dilaporkan kepada kementerian terkait agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang diperlukan, terutama untuk memastikan ketersediaan cadangan pangan nasional.

Menurutnya, Timor-Leste membutuhkan cadangan beras sekitar 30.000 ton agar dapat memenuhi kebutuhan nasional selama empat hingga lima bulan jika terjadi situasi darurat.

“Karena konsumsi beras di negara ini cukup tinggi. Setiap bulan konsumsi beras mencapai sekitar 1.200 ton. Saat ini stok yang tersedia di gudang sekitar 1.200 ton beras dan 1.500 ton gabah. Kami juga akan menerima tambahan sekitar 1.580 ton beras dari importir, sehingga total persediaan dapat mencapai lebih dari 3.000 ton,” kata António de Araújo Soares kepada wartawan di Dili, Selasa ini.

Ia menambahkan bahwa beras yang diimpor oleh CLN pada tahun ini berasal dari India dengan anggaran pembelian yang tidak melebihi US$ 1 Juta.

CLN berharap pemerintah dapat terus memperhatikan penguatan cadangan pangan nasional guna mengantisipasi dampak situasi global yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan di dalam negeri.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored