Tahun 2026, BNCTL siapkan alokasi kredit US$300 juta dorong sektor produktif

DILI, 25 Maret 2026 (TATOLI)— Ketua Dewan Administrasi Bank Nasional Perdagangan Timor-Leste (BNCTL), Januário da Gama, mengatakan bahwa pada tahun 2026 BNCTL menargetkan alokasi anggaran sebesar US$300 juta untuk penyaluran kredit ke sektor produktif guna mendorong diversifikasi ekonomi nasional.
Ia menjelaskan, kredit yang disalurkan kepada sektor produktif merupakan bagian dari upaya mendukung diversifikasi ekonomi serta mengurangi ketergantungan terhadap Dana Perminyakan.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya BNCTL mengalokasikan dana sebesar US$281,7 juta untuk sektor produktif. Dari jumlah tersebut, realisasi kredit yang diajukan oleh sektor swasta dan masyarakat mencapai sekitar US$268 juta atau 90 persen dari total alokasi.
“Pada 2026, kami melihat adanya peningkatan permintaan, sehingga alokasi kredit ditingkatkan menjadi US$300 juta untuk sektor-sektor produktif seperti pertanian, manufaktur, konstruksi, serta pembiayaan usaha,” ujar Januário da Gama, Rabu ini.
Ia menekankan bahwa alokasi tersebut juga memerlukan dukungan pemerintah, khususnya dalam meningkatkan sosialisasi dan penyebaran informasi kepada sektor swasta agar dapat mengakses dana yang telah disediakan BNCTL, sehingga mampu berkontribusi pada diversifikasi dan kapitalisasi ekonomi nasional.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa upaya yang dilakukan BNCTL sejalan dengan perubahan melalui Dekretu-Lei Nomor 16/2019 yang memberikan mandat kepada bank untuk mendukung pemerintah dalam mendorong diversifikasi dan kapitalisasi ekonomi domestik melalui produk dan layanan keuangan.
Selain itu, BNCTL juga bertujuan untuk berkontribusi pada pengurangan angka kemiskinan serta memperkuat peran sektor swasta dalam pengembangan ekonomi.
Sebagai bank komersial, BNCTL berfungsi sebagai perantara antara pihak yang memiliki dana dan pihak yang membutuhkan pembiayaan. Bank menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali ke pasar melalui ekspansi kredit guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
“Bank harus menyediakan produk dan layanan yang berpihak pada sektor swasta agar dapat mendorong diversifikasi ekonomi dalam negeri,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa BNCTL telah menyusun rencana strategis untuk memperluas sektor produktif sebagai prioritas dalam ekspansi kredit. Hal ini dilakukan karena kredit individu masih didominasi oleh kredit konsumtif yang dinilai kurang berkontribusi terhadap keberlanjutan ekonomi.
Oleh karena itu, dorongan pembiayaan ke sektor produktif dinilai sangat relevan dengan strategi BNCTL, dengan sektor swasta sebagai mitra strategis dalam diversifikasi ekonomi.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemberian kredit tetap bergantung pada kualitas proposal yang diajukan.
“Kami harus menilai kualitas dan jenis proposal karena BNCTL mengelola dana masyarakat yang disalurkan kembali ke pasar. Oleh sebab itu, risiko harus diperhitungkan agar memberikan manfaat bagi ekonomi sekaligus memastikan pengembalian dana ke bank,” jelasnya.
Untuk mengurangi ketergantungan pada Dana Perminyakan, BNCTL berkomitmen terus mendukung sektor swasta melalui pemberian kredit dengan suku bunga korporasi yang relatif rendah, yakni antara 5 persen hingga 7,5 persen.
Ia menyebutkan, rata-rata suku bunga bank komersial di dalam negeri pada 2025 mencapai sekitar 10,4 persen, sementara BNCTL mampu menurunkan tingkat bunga menjadi antara 5 persen hingga 7,5 persen.
“Kami menyadari bahwa sebagai bank milik negara dengan pemerintah sebagai pemegang saham tunggal, BNCTL memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada pembangunan nasional, khususnya dalam pengembangan ekonomi, mulai dari usaha kecil, menengah hingga korporasi,” paparnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz
