Timor-Leste gelar lokakarya validasi IFDA : Tingkatkan kepercayaan investor

DILI, 09 Maret 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste bersama mitra pembangunan menggelar lokakarya validasi Investment Facilitation for Development Agreement (IFDA) untuk memperkuat kerangka investasi nasional serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian negara tersebut.
Lokakarya yang berlangsung di JL Villa Aimutin, Dili, Senin, merupakan bagian dari proyek kerja sama perdagangan antara Uni Eropa dan Timor-Leste yang bertujuan mendukung reformasi kebijakan investasi serta memperkuat integrasi ekonomi regional dan global.
Deputy Head of Mission Delegasi Uni Eropa di Timor-Leste, Christoph Sorg, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting setelah proses self-assessment yang dilakukan sebelumnya terkait implementasi IFDA.
Menurutnya, IFDA merupakan inisiatif penting dalam World Trade Organization yang bertujuan memperbaiki iklim investasi dan memfasilitasi investasi asing langsung di negara berkembang.
“Melalui peningkatan transparansi, efisiensi administrasi, dan kerja sama regulasi, perjanjian ini bertujuan mempermudah investor untuk membangun, mengoperasikan, dan memperluas kegiatan usaha mereka sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Sorg dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa Timor-Leste termasuk salah satu negara pertama di dunia yang melakukan penilaian mandiri terhadap kerangka investasi tersebut, yang menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperbaiki lingkungan investasi nasional.
Christoph juga menilai proses ini penting seiring dengan langkah Timor-Leste memperkuat integrasi ekonomi internasional, termasuk setelah aksesi negara itu ke World Trade Organization (WHO) serta upaya untuk bergabung dengan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN).
Sementara itu, Direktur Hubungan External dan Marketing di TradeInvest Timor-Leste, Roberto Lay, mengatakan lokakarya tersebut membantu pemerintah memahami kekuatan dan tantangan dalam sistem investasi nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Uni Eropa atas dukungan teknis dan finansial yang diberikan kepada International Trade Centre (ITC) dalam melakukan penilaian terhadap IFDA serta ASEAN Investment Facilitation Framework.
“Proses penilaian ini membantu kita mengidentifikasi reformasi yang dapat dilakukan secara domestik serta menentukan area yang memerlukan dukungan teknis dari mitra pembangunan,” ujarnya.
Dalam lokakarya yang berlangsung selama tiga hari tersebut, para peserta akan meninjau dan memvalidasi temuan dari GAP assessment untuk memastikan bahwa hasilnya mencerminkan kerangka hukum, kapasitas kelembagaan, serta prioritas reformasi investasi Timor-Leste.
Diskusi dalam lokakarya juga mencakup sejumlah isu penting seperti transparansi kebijakan investasi, penyederhanaan prosedur administrasi, koherensi regulasi, tata kelola digital, pengembangan pemasok lokal, serta investasi berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan pakar hukum investasi internasional dari National University of Singapore, Jansen Calamita, yang memberikan pemaparan mengenai proses lokakarya serta pengenalan terhadap IFDA dan kerangka fasilitasi investasi regional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
