UN Women – Pemerintah adakan Forum Dialog peringati Hari Perempuan Sedunia  

Sekretaris Negara untuk Kesetaraan, Elvina Sousa Carvalho, bersama dengan Koordinator Tetap PBB di Timor-Leste, Funmi Balongu, masyarakat sipil, anggota Pemerintah dan Parlemen Nasional, mengadakan forum dialog untuk memperingati Hari Perempuan Internasional . Foto TATOLI/Francisco Sony

DILI, 05 Maret 2026 (TATOLI)—Sekretaris Negara untuk Kesetaraan (SEI), Elvina Sousa Carvalho, bersama Koordinator Tetap PBB di Timor-Leste, Funmi Balogun, masyarakat sipil, anggota Pemerintah, dan Parlemen Nasional, mengadakan forum dialog untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 08 Maret, dengan tema “Hak, Keadilan, dan Aksi untuk Perempuan dan Anak Perempuan.”

Tujuan forum dialog ini adalah untuk mengetahui pencapaian dan keberhasilan, khususnya dalam bidang hukum, kebijakan, serta program yang secara khusus bertujuan memberdayakan perempuan.

“Hari ini kita bergabung dengan UN Women dan para mitra, anggota Pemerintah, masyarakat sipil, serta Parlemen Nasional untuk mengadakan dialog guna mengetahui pencapaian dan keberhasilan dalam memastikan hak-hak perempuan dan anak perempuan, termasuk kaum penyandang disabilitas, serta implementasi kebijakan nasional. Kita juga memiliki Deklarasi Beijing dan Platform Aksi,” katanya di Aula Kofi Annan, Caicoli.

Di sisi lain, Koordinator Tetap PBB di Timor-Leste, Funmi Balogun, mengatakan forum dialog tersebut diselenggarakan oleh Sekretaris Negara untuk Kesetaraan bersama UN Women, masyarakat sipil, dan Parlemen Nasional untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia yang didukung oleh berbagai pihak.

“Merupakan kehormatan bagi saya hari ini dapat bersama Anda semua untuk memperingati hari penting ini, sebagai momentum keadilan global bagi perempuan dan anak perempuan. Sebagai seorang perempuan, saya telah menghabiskan seluruh hidup saya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Saya ingin menyampaikan terima kasih khususnya atas upaya menjaga keselamatan perempuan di seluruh dunia,” tegasnya.

Selain itu, Ketua Komisi F di Parlemen Nasional yang menangani bidsng Kesehatan, Jaminan Sosial, dan Kesetaraan Gender, Maria Barreto, mengatakan Parlemen Nasional tetap berkomitmen memperjuangkan kesetaraan, hak, keadilan, serta pemberdayaan perempuan di Timor-Leste.

Komisi F memprioritaskan Undang-Undang Ketenagakerjaan Rumah Tangga

Pada kesempatan yang sama, Maria Barreto mengatakan bahwa pada tahun 2026 Komisi F akan memprioritaskan pembahasan Undang-Undang Ketenagakerjaan Rumah Tangga.

“Tahun ini, Parlemen Nasional melalui Komisi F akan terus menyusun Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan Rumah Tangga. Kami meminta dukungan kepada Komisi F agar rencana yang diambil demi keadilan dan kesetaraan dapat berhasil,” katanya kepada wartawan setelah berpartisipasi dalam forum dialog Hari Perempuan Sedunia.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif JSMP, Ana Paula Marçal, menyampaikan rasa terima kasihnya karena tahun ini Komisi F berencana membahas dan memprioritaskan Undang-Undang Ketenagakerjaan Rumah Tangga. Ia juga berharap Kementerian Kehakiman dapat mempercepat prosesnya untuk dibawa ke Dewan Menteri guna disetujui, sebelum diajukan ke Parlemen Nasional untuk dibahas.

“Yang terpenting adalah Pemerintah harus benar-benar memprioritaskan undang-undang ini. Kita ingin semuanya dapat terwujud,” kata Ana Paula.

Reporter: Osória Marques (Penerjemah: Cidalia Fátima)

Editor: Armandina Moniz

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored