Paus Leo sambut baik gencatan senjata : 11 April pimpin Vigili Doa untuk Perdamaian

Paus Leo XIV. Vatikan news

DILI, 09 April 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran dan mengundang umat beriman di seluruh dunia untuk mengikuti Vigili Doa bagi Perdamaian yang akan digelar pada 11 April mendatang.

Dikutip dari Vatican News, pada akhir Audiensi Umum Rabu (08/04), Paus menyoroti meningkatnya ketegangan dalam beberapa pekan terakhir di Timur Tengah. Menanggapi pengumuman gencatan senjata selama dua pekan pada 07 April, Paus menyatakan kabar tersebut diterima “dengan kepuasan dan sebagai tanda harapan yang mendalam”.

Berbicara di hadapan umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Paus menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat dicapai melalui dialog. Ia menekankan bahwa kembali ke meja perundingan merupakan satu-satunya jalan untuk mengakhiri konflik.

Berita terkait : Perang Iran : Trump umumkan gencatan senjata dua minggu

Paus juga mengajak umat untuk menyertai proses diplomasi yang sedang berlangsung dengan doa, seraya berharap keterbukaan untuk berdialog dapat menjadi sarana penyelesaian konflik, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Lebih lanjut, Paus mengingatkan bahwa Vigili Doa untuk Perdamaian akan dilaksanakan pada 11 April di Basilika Santo Petrus, pukul 18.00 waktu Roma. Ibadah tersebut akan dipimpin langsung oleh Paus dan terbuka bagi semua orang, baik yang hadir secara langsung maupun mengikuti dari rumah tanpa memerlukan tiket.

Sementara itu, Iran, Amerika Serikat, dan Israel dilaporkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dalam konflik yang melanda kawasan tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, disebut menarik kembali ancamannya terhadap Iran.

Dalam pernyataan terpisah, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dukungan terhadap keputusan penangguhan serangan selama dua pekan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tidak mencakup Lebanon, di mana lebih dari 1.500 orang dilaporkan telah tewas akibat konflik.

Sebelumnya, pada 07 April, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran, yang akan berlangsung dari kedua pihak, selama dua minggu.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta agar saya menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN SELAT Hormuz SECARA LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” tulis Trump di media sosialnya.

Berita terkait : Harga minyak global turun drastis menyusul gencatan senjata dua minggu

“Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” kata Trump.

Perang Iran dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Teheran membalas dengan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang memiliki pangkalan AS. Perang ini telah mengguncang pasar global dan menaikkan harga minyak.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored