Paus Leo XIV serukan etika moral dalam penggunaan kekuasaan global

Paus Leo XIV. Vatikan news

DILI, 15 April 2026 (TATOLI) – Paus Leo XIV menyerukan pentingnya etika moral dalam penggunaan kekuasaan global di tengah dinamika dunia yang semakin kompleks, terutama terkait perkembangan ekonomi, teknologi, dan politik internasional.

Seruan tersebut disampaikan Paus Leo XIV kepada para peserta Sidang Pleno Akademi Ilmu Sosial Kepausan (Pontifical Academy of Social Sciences) yang berlangsung di Vatikan pada 14–16 April 2026 dengan tema “The Uses of Power: Legitimacy, Democracy and the Rewriting of the International Order”.

Dalam pesannya, Paus menekankan bahwa kekuasaan tidak boleh dipahami sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk melayani kebaikan bersama. Ia menegaskan bahwa tanpa landasan etika moral, kekuasaan berisiko disalahgunakan dan merugikan martabat manusia.

Paus juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi demokrasi modern, khususnya ketika kekuatan ekonomi, teknologi, dan militer terkonsentrasi di tangan segelintir pihak.

“Demokrasi hanya tetap sehat ketika berakar pada hukum moral dan visi yang benar tentang pribadi manusia. Tanpa fondasi ini, demokrasi dapat berubah menjadi tirani mayoritas atau menjadi kedok dominasi elit ekonomi dan teknologi,” demikian kutipan pesan Paus Leo XIV seperti dilansir Vatican News.

Ia menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan atau efisiensi sistem, tetapi juga oleh kebajikan, kebijaksanaan, serta orientasi pada kebaikan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Paus Leo XIV juga mengingatkan pentingnya nilai-nilai seperti keadilan, keberanian, dan pengendalian diri dalam proses pengambilan keputusan publik, terutama yang berdampak pada masyarakat luas.

Selain itu, ia menekankan bahwa tatanan internasional yang adil tidak dapat dibangun hanya melalui keseimbangan kekuatan atau pendekatan teknokratis semata, tetapi harus berlandaskan solidaritas dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.

Paus Leo XIV berharap refleksi dari para peserta sidang dapat memperkuat pemahaman tentang penggunaan kekuasaan yang bertanggung jawab serta mendorong terciptanya perdamaian dan rekonsiliasi di tingkat global.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

 

Ramadan Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

Sponsored