Pemerintah alokasikan US$168,8 juta untuk pembelian 80 juta liter BBM

DILI, 01 April 2026 (TATOLI) — Pemerintah melalui Dewan Menteri menyetujui resolusi yang diajukan oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, terkait otorisasi pengeluaran dan pembukaan prosedur pengadaan bahan bakar minyak (BBM).
Dalam keputusan tersebut, Dewan Menteri mengotorisasi pengeluaran sekitar US$168,8 juta untuk pembelian 80 juta liter BBM. Selain itu, pemerintah juga menyetujui pelaksanaan prosedur pengadaan langsung yang bersifat mendesak guna mempercepat proses penyediaan bahan bakar.
Langkah ini diambil untuk menjamin pembentukan cadangan pengamanan bahan bakar nasional dengan kapasitas yang dapat memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.
“Kebijakan tersebut juga merupakan bagian dari upaya antisipatif pemerintah terhadap potensi gangguan pasokan energi global, khususnya akibat perpanjangan konflik di Timur Tengah,” sebut hasil laporan Dewan Menteri yang diakses TATOLI, Rabu ini.
Keputusan terbaru ini memperkuat kebijakan sebelumnya yang telah disetujui Dewan Menteri pada 25 Maret 2026, terkait langkah-langkah sementara untuk stabilisasi harga bahan bakar dan menjaga keamanan pasokan energi nasional.
Dalam kebijakan terdahulu, pemerintah menetapkan batas maksimum harga bahan bakar minyak (BBM) yang disubsidi melalui Anggaran Umum Negara, yakni tidak melebihi US$1,50 per liter untuk bensin, US$1,65 per liter untuk diesel, US$2,50 per liter untuk etanol, serta US$4,20 per kilogram untuk LPG.
Selain pengendalian harga, pemerintah juga memperkuat koordinasi antara lembaga publik dan operator sektor energi, serta meningkatkan pengawasan guna mencegah pelanggaran, termasuk pengalihan ilegal bahan bakar bersubsidi.
Melalui serangkaian kebijakan ini, pemerintah berkomitmen menjaga ketahanan energi nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta memastikan stabilitas ekonomi di tengah dinamika ketidakpastian global.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz
